abu ubaidah bin jarrah gugur pada waktu pembebasan kota
۞Abu Ubaidah bin Jarrah dari Bani Haris. Pembebasan kota Mekah ini terjadi pada tahun 8 H secara damai tanpa adanya pertumpahan darah. Pada waktu Rasulullah SAW menetap di Madinah, penduduknya terdiri dari tiga golongan, yaitu umat Islam, umat Yahudi (Bani Qainuqa, Bani Nazir dan Bani Quraizah) dan orang-orang Arab yang belum masuk
Makadinasehatkan kepada Abu Bakar agar ayat-ayt Qur’an dikumpulkan. Atas saran-saran dari Umar bin Khattab pada awal 13 H Abu Bakar memerintahkan Zaid bin Tsabit untuk mengumpulkan ayat-ayat Qur’an menjadi Mushaf. 5. Mendirikan Baitul Mal Baitul mal adalah semacam lembaga kas Negara atau lembaga keuangan.
Dibawah komando panglima perang seperti Abu Ubaidah bin Jarrah, Amr bin Ash, Syurahbil bin Hasanah, Yazid bin Abu Sufyan pasukan muslim berhasil menundukkan Suriah dan Palestina. Kaisar Romawi yang bernama Heraklius berusaha menghadapi gerakan pasukan Islam.
Initidak hanya ketika ia berada di kota Mekah, tetapi juga pada periode Madinah. Ujian dan Cobaan yang Dialami Oleh Abu Bakar Ash-Shiddiq Seiring berjalannya waktu Abu Bakar terus memotivasi Rasulullah Mereka adalah Yazid bin Abu Sufyan yang ditugaskan di Damaskus, Abu Ubaidah bin Jarrah ditugaskan di Horns, Amr bin Ash ditugaskan di
AbuUbaidah mengikuti semua peperangan Rasulullah sejak mula pertama bersahabat dengan Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam hingga wafatnya beliau. Dalam peristiwa Saqifah Bani Sa’idah, pada hari kaum Muslimin berbaiat kepada Abu Bakar ash-Shiddiq. Sebelumnya, Umar ibn Khaththab berkata Abu Ubaidah, “Ulurkan tangan kanan Anda, aku akan
Partnersuche Kostenlos Ohne Registrierung Ab 50. Bila kita singgah di negara Suriah, tentu kita akan mengunjungi ibu kota Damaskus yang terkenal dengan tempat-tempat bersejarah yang sangat banyak. Kota Damaskus adalah salah satu kota tertua di dunia yang masih dihuni hingga sekarang. Nama kota Damaskus sendiri diambilnya dari bahasa Suriah kuno yang bermakna “kota yang dialiri air.” Dahulu, Kota Damaskus adalah salah satu kota terpenting bagi Imperium Romawi. Penaklukan Kota Damaskus adalah salah satu hal yang sangat sulit. Kota ini dikelilingi oleh tembok yang panjangnya sekitar 1600 meter serta parit yang dipenuhi dengan air. Kota ini adalah kota yang dijanjikan Rasulullah sebagai tempat pengungsian umat Islam di akhir zaman setelah terjadinya perang sangat besar. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah قال رسول الله فسطاط المسلمين يوم الملحمة إلى جانب مدينة يقال لها دمشق من خير مدائن الشام Artinya, “Rasulullah bersabda, Kemah umat Islam di hari peperangan yang besar adalah di sekitar kota yang disebut dengan Damaskus, salah satu kota terbaik di kawasan Syam,’” HR Thabrani. Kisah ini berawal dari strategi khalifah Abu Bakar ash-Shiddiq dalam menghadapi perlawanan imperium Romawi. Sudah maklum diketahui bahwa Imperium Romawi memiliki jumlah prajurit yang sangat banyak. Oleh karena itu, khalifah Abu Bakar ash-Shiddiq memecah konsentrasi Imperium Romawi dengan menyerang beberapa kawasan penting dalam waktu berdekatan. Hal ini membuat Heraklius, Raja Imperium Romawi kebingungan dalam menyusun strategi. Kemenangan demi kemenangan diraih oleh umat Islam. Sayangnya, khalifah Abu Bakar ash-Shiddiq wafat sebelum terjadinya pembebasan kota Damaskus. Kemudian, ia digantikan oleh Umar bin Khattab sebagai khalifah. Para prajurit umat Islam menjadikan kota Damaskus sebagai titik berkumpul setelah kemenangan di berbagai daerah. Mereka mengepung kota Damaskus dari beberapa pintu masuk kota Damaskus. Pasukan Abu Ubaidah bin Jarrah mengepung dari gerbang al-Jabiyah. Pasukan Khalid bin Walid mengepung dari gerbang timur. Pasukan Amr bin Ash mengepung dari gerbang Tuma. Pasukan Yazid bin Abu Sufyan mengepung dari gerbang al-Shaghir. Dan pasukan Syurahbil bin Hasanah mengepung dari gerbang al-Faradis. Selain itu, Abu Darda’ dan pasukannya juga berjaga di daerah Barzeh, wilayah utara kota Damaskus untuk menahan bala bantuan yang datang dari imperium Romawi. Ketika itu, Nisthas bin Nasthuras sebagai penguasa Kota Damaskus telah meminta bantuan tambahan kepada Raja Heraklius di Kota Homs, negara Suriah. Sayangnya, bantuan tak kunjung datang karena Imperium Romawi sedang mengalami kerugian yang besar setelah digempur umat Islam di berbagai daerah kekuasaannya. Khalid bin Walid mengetahui bahwa orang-orang Nasrani telah bertahun-tahun ditindas oleh Imperium Romawi. Maka, ia pun menuliskan sebuah perjanjian untuk memancing simpati umat nasrani kota Damaskus. Perjanjian itu berbunyi “Bismillahir rahmanir rahim, ini adalah janji yang diberikan Khalid bin Walid kepada penduduk kota Damaskus ketika ia berhasil menaklukannya, ia akan memberikan keamanan bagi jiwa, harta, dan gereja penduduk kota Damaskus. Tembok kota tidak akan dihancurkan dan ini adalah janji orang-orang beriman yang tidak akan datang kecuali dengan kebaikan apabila mereka penduduk kota Damaskus membayar pajak.” Pasukan umat Islam terus bersabar menunggu waktu yang tepat untuk menyerbu kota Damaskus. Hingga suatu malam, Nisthas bin Nasthuras mengumpulkan penduduk Kota Damaskus untuk merayakan kelahiran salah satu anaknya. Perayaan pun diadakan dengan meriah, minuman keras berserakan di mana-mana serta pertahanan benteng melemah. Kabar ini disampaikan oleh salah satu pendeta Nasrani kepada Khalid bin Walid yang menginap di gereja di luar tembok Kota Damaskus. Khalid bin Walid pun menyelinap masuk dengan memanjat tembok Kota Damaskus. Dengan cekatan ia dan beberapa pasukannya membuka pintu gerbang timur agar pasukan umat Islam dapat masuk. Hal yang sama juga dilakukan oleh Abu Ubaidah bin Jarrah dan kelompok pasukan yang lain di berbagai gerbang Kota Damaskus. Pasukan umat Islam pun masuk ke dalam Kota Damaskus setelah mendengarkan pekikan takbir dari pasukan pembuka gerbang. Terkaget-kagetlah penduduk Kota Damaskus yang sedang terlena dengan minuman keras mereka. Hingga mereka tidak mampu menghadapi pasukan umat Islam dengan pedang-pedang mereka. Akhirnya, penduduk Kota Damaskus memilih untuk berakad damai dengan pasukan umat Islam sehingga tidak terjadi peperangan di Kota Damaskus. Kemudian, umat islam meminta bagian barat gereja Yohanes Sang Pembaptis sebagai masjid bagi umat Islam sedangkan bagian yang lain tetap digunakan sebagai gereja tempat umat Nasrani beribadah. Nantinya masjid ini kita kenal dengan masjid Umawi, salah satu masjid terbesar di negara Suriah. Adapun gereja tempat Khalid bin Walid menginap sebelum pembebasan Kota Damaskus kelak dikenal dengan nama gereja Khalid bin Walid. Hal ini adalah bukti bahwa Khalid bin Walid dicintai oleh umat Nasrani Kota Damaskus yang telah ia bebaskan dari penindasan Imperium Romawi. Selebihnya, ada empat belas gereja yang tetap dilestarikan oleh umat Islam. Pembebasan kota Damaskus ini terjadi pada tanggal 15 bulan Rajab tahun 15 Hijriah yang bertepatan dengan 3 September 635 Masehi. Pengepungan terhadap kota Damaskus membutuhkan waktu sekitar 40 hari Al-Baladzuri Ahmad bin Yahya, Futuhul Buldan [Beirut Dar al-Hilal, 1988] Kota Damaskus adalah kota yang dikabarkan oleh Rasulullah sebagai kawasan yang di dekatnya nanti akan turun nabi Isa di akhir zaman. وسئل نفع الله به أي محل ينزل به عيسى عليه السلام؟ فأجاب بقوله الأشهر الأصح في مسلم أنه ينزل عند المنارة البيضاء شرقي دمشق Artinya, “Ditanyakan kepadanya Ibnu Hajar al-Haitami Di manakah tempat turunnya Nabi Isa alaihis salam?’ Beliau menjawab Pendapat yang paling masyhur dan sahih sebagaimana yang tercantum di Kitab Shahih Muslim, Nabi Isa akan turun di menara putih di timur Kota Damaskus,” Al-Haitami Ibnu Hajar, al-Fatawa al-Haditsiyyah [Beirut Darul Fikr, 2005] halaman 132. Pelajaran Penting 1. Peperangan yang dilakukan oleh para sahabat Nabi semata-mata hanya bertujuan dakwah bukan menebarkan kebencian. Hal ini dibuktikan dengan pembebasan kota Damaskus yang juga didukung oleh umat Nasrani Kota Damaskus. 2. Hidup rukun bersama pemeluk agama non islam adalah ajaran yang dibawa oleh Rasulullah saw. Hal ini terbukti dengan pembebasan Kota Damaskus yang berakhir damai tanpa peperangan. 3. Pembangunan masjid yang berdekatan dengan rumah ibadah pemeluk agama lain adalah hal yang lumrah terjadi bahkan sejak zaman para sahabat Nabi. Hal ini sebagaimana masjid Umawi yang dibangun berdempetan dengan gereja Yohanes di Kota Damaskus. 4. Menepati janji adalah salah satu akhlak orang beriman. Hal ini sebagaimana janji Khalid bin Walid kepada umat Nasrani Kota Damaskus yang ia tepati dengan sungguh-sungguh. Ustadz Muhammad Tholchah al-Fayyadl, Mahasiswa Universitas Al-Azhar.
Jakarta - Abu Ubaidah bin Jarrah adalah salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang dijamin masuk surga. Beliau bernama lengkap Amir bin Abdullah bin Jarrah al-Quraisyi al-Fihri bernama Abdullah bin Jarrah. Ia berasal dari golongan kaum Quraisy tepatnya suku Al-Harith bin Fihr yang lahir ada tahun 582 M di Kota Ubaidah memeluk Islam atas ajakan dari Abu Bakar Ash-Shiddiq. Salah seorang sahabat Rasul dan periwayat hadits terkenal, Abdullah bin Umar, pernah bercerita tentang keutamaan sifat dari Abu Ubaidah"Ada tiga orang Quraisy yang sangat bersih wajahnya, tinggi akhlaknya, dan sangat pemalu. Bila berbicara mereka tidak pernah dusta. Dan, apabila orang berbicara, mereka tidak cepat-cepat mendustakan. Mereka itu ialah Abu Bakar Ash-Shiddiq, Utsman bin Affan, dan Abu Ubaidah bin Jarrah."Semasa hidupnya, Abu Ubaidah menjadi orang kepercayaan Rasulullah SAW dan para sahabat. Sifat kejujurannya pun membawa kepercayaan Abu Bakar untuk menunjuk Abu Ubaidah sebagai penjaga informasi, Baitulmal merupakan kumpulan harta dari umat Islam yang disimpan dalam sebuah lembaga Ubaidah juga kerap kali diminta Rasulullah untuk memimpin pasukan muslim. Bahkan ia pernah dilantik oleh Rasulullah SAW untuk memimpin pasukan perang sebanyak 300 orang ke tepi Laut dari buku Abu Ubaidah Penakluk Parsi karya Abdul Latip Talib, dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW pernah membicarakan kelebihan Abu Ubaidah sebagai seseorang yang amanah. Hadist tersebut berbunyi"Setiap umat ada penjaga amanahnya dan penjaga amanah bagi umatku adalah Abu Ubaidah bin Jarrah. "Diriwayatkan dari Malik Ya'qub bin Sufyan Al-Fawasi dan Nasa'i dari Abdullah bin Mas'ud, ia berkata"Mereka berkata, 'Utuslah bersama kami seorang laki-laki terpercaya, sangat terpercaya.'Para sahabat yang mendengar hal itu berharap mendapat kehormatan untuk disebut namaya, lalu Rasulullah SAW berkata'Bangunlah hai Abu Ubaidah bin Jarrah!'Abu Ubaidah pun bangun dan mendengar Rasulullah berkata"Ini adalah kepercayaan umat ini."Sebagai seorang yang dipercaya dan mampu menjaga amanah, Abu Ubaidah pernah diuji oleh Allah SWT dalam Perang Badar. Dikisahkan dari buku The Great Sahaba, saat itu Abu Ubaidah berda dalam barisan terdepan untuk membela pun berani menyusup di antara barisan para musuh dan berhasil mengalahkan mereka. Hingga suatu ketika, Allah membuatnya harus berhadapan dengan ayah kandungnya, Abdullah bin Jarrah, yang saat itu masih dalam keadaan kafir dan menolak untuk memeluk Abu Ubaidah sudah berusaha sebisa mungkin untuk menghindari ayahnya. Namun, sang ayah terus mengejarnya meskipun berkali-kali ia lari dari hadapan pertarungan pun tidak terelakkan dan Abu Ubaidah pun memenangkan pertarungan dengan ayahnya tersebut. Ia pun merasa sedih saat itu, namun rasa sedihnya lebih disebabkan oleh keadaan kafir sang ayah di akhir di atas tersebut membuatnya menjadi orang kepercayaan dan orang yang dicintai Rasulullah. Kecintaan Rasulullah SAW pada Abu Ubaidah pun termaktub dalam kisah yang diriwayatkan dari seorang panglima perang, Amr bin al-Ash, ia berkata"Rasulullah SAW pernah ditanya, 'Siapakah orang yang lebih engkau cintai?' dijawab dengan Rasulullah, 'Aisyah.'Kemudian ditanyakan lagi siapa yang dicintai Rasulullah dari golongan laki-laki hingga dijawab, 'Abu Bakar.'Lalu, ditanyakan lagi, 'Kemudian siapa?' Beliau pun menjawab,'Abu Ubaidah bin al-Jarrah.'"Tidak mudah memang menjaga amanah dan kepercayaan seseorang, namun Abu Ubaidah bin Jarrah membuktikannya. Semoga detikers yang membaca ini bisa menjadi salah satu orang yang dipercaya juga, ya! Simak Video "Jaga Kearifan Lokal, Masjid Al-Hikmah Dibangun dengan Nuansa Khas Bali" [GambasVideo 20detik] nwy/nwy
Penaklukan Syam berlangsung sekitar 6-7 tahun, dimulai tahun 12 H–medium era khilafah Abu Bakar pasca operasi penumpasan kaum murtad dan kelompok anti zakat, hingga tahun 19 H pada masa Khalifah berlangsung pada masa yang beriringan dengan penaklukan di tanah Irak, namun genderang perang dengan pasukan Romawi sebetulnya telah ditabuh semenjak masa Baginda Rasulullah. Pada tahun 8 H, terjadi perang Mu’tah, perang mahadahsyat yang semakin melambungkan nama Khalid bin al-Walid dalam jajaran jenderal perang kelas wahid sepanjang sejarah Islam. Kemudian Perang Tabuk di tahun 9 H, juga dalam rangka mengkonfrontasi pasukan Romawi yang telah bergerak untuk menghabisi kekuatan Islam, dimana akhirnya mereka lebih memilih melarikan oleh 5 orang panglima pilihan, dengan komando utama di tangan Khalid bin al-Walid lalu Abu Ubaidah bin al-Jarrah, rentetan penaklukan di tanah Syam berhasil membebaskan kawasan bersejarah tersebut dari hegemoni Kekaisaran Romawi Timur atau Bizantium yang telah berkuasa di kawasan tersebut menjelang diutusnya Nabi Isa sekitar tahun 64 SM.***Penaklukan di Syam berhasil membebaskan lebih dari 20 kota maupun desa dari belenggu Kekaisaran Romawi. Dilihat dari model penaklukan yang terjadi, maka kota-kota tersebut dibebaskan dengan 3 macam caraPertama, ditaklukkan dengan cara damai, tanpa upaya militer sama sekali. Tanpa aral dan rintangan, pasukan Islam bersepakat dengan penduduk setempat untuk memberikan perlindungan dan jaminan keamanan, serta jaminan bahwa penduduk kota-kota tersebut tidak akan dijadikan budak. Model pembebasan semacam ini terjadi atas kota– Baalbek sekarang Lebanon. Berperan vital dalam pertahanan Romawi di kawasan Syam. Kaisar Heraclius membangun benteng di kota ini dan menyiapkan pasukan untuk diperbantukan ke kota-kota lain yang membutuhkan di seantero Syam. Dua kali pasukan Islam hendak menuju Baalbek tahun 13 dan 14 H, namun terhalang karena perang demi perang terjadi begitu cepat dan mengalihkan fokus pasukan. Baru pada tahun 15 H seusai perang Yarmuk, Khalid bin al-Walid berhasil menaklukkan Baalbek tanpa pertumpahan darah sama sekali. Sebelum kedatangan pasukan Khalid, Baalbek telah kosong ditinggal pasukannya, yang dikirim oleh Heraclius menuju kota kuno Baisan di Palestina untuk membantu pasukan Romawi menghadapi pasukan Islam.– Hama Suriah. Usai menaklukkan Homs pada tahun 17 H, Abu Ubaidah bertolak menuju Rastan dan menaklukkan desa tersebut. Sebelumnya, tugas kepemimpinan di Homs telah dipasrahkan kepada shahabat Ubadah bin ash-Shamit . Abu Ubaidah sampai ke Hama dan membebaskan kota tersebut setelah penduduknya setuju dengan kesepakatan membayar pajak dan kharaj.– Halb Aleppo, Suriah. Ditaklukkan dengan damai oleh Abu Ubaidah bin alJarrah pada tahun 17 H.– Syaizar kini bagian Provinsi Hama, Suriah. Sasaran berikutnya adalah Syaizar. Desa ini ditaklukkan dengan cara yang sama dengan kota Hama.– Ma’arrah sebelah selatan Provinsi Idlib, Suriah, dan– Manbij timur daya Aleppo, Suriah. Keduanya dibebaskan tahun 16 H oleh Abu Ubaidah bin juga Periode Khilafah Umar Mengguncang Tahta Romawi di SyamKedua, ditaklukkan dengan cara damai, namun setelah melewati masa pengepungan yang panjang. Bahkan sebagian juga diwarnai dengan kontak senjata antara pasukan Islam melawan pasukan Romawi. Model pembebasan semacam ini terjadi atas kota-kota besar dengan pengamanan super ketat, seperti– Damaskus. Dikepung sejak 17 Jumadal Akhirah hingga 20 Rajab tahun 13 H. Kelima panglima batalion yang ditunjuk sejak masa khilafah Abu Bakar bersama-sama melakukan pengepungan atas kota ini. Di tengah malam, saat pasukan Romawi di Damaskus sedang kelelahan akibat acara perayaan, Khalid bin al-Walid bersama pasukan terbaiknya berhasil menyelinap masuk melalui gerbang timur. Sadar pasukan Khalid telah menyerang dan tak mungkin dihentikan, Tomas, jenderal Romawi bergegas menemui Abu Ubaidah yang berada di gerbang al-Jabiyah di bagian barat Damaskus dan membuat kesepakatan damai.– Homs Suriah. Kini menjadi kota terbesar ketiga di Suriah, setelah Damaskus dan Aleppo Halb. Ditaklukkan pada tahun 16 H oleh pasukan Khalid bin al-Walid dengan jaminan keamanan senilai dinar.– Raqqah utara Suriah. Setelah meninggalnya Abu Ubaidah bin alJarrah akibat wabah tha’un pes yang bermula dari kota Imwas di dekat Jerussalem pada awal tahun 18 H, maka kepemimpinan di daerah utara Syam diserahkan kepada Iyadh binGhanam al-Fihri, yang bertanggung jawab atas kota Aleppo, Qinnisrin, dan Jazirah Furatiyah. Sekitar Syaban tahun 18 H, Iyadh mengepung kota Raqqah hingga berhasil merebutnya dengan jalan damai. Gerakan Iyadh berhasil menjangkau kota-kota lain seperti Sanliurfa, Harran, dan Sumaisath Samosata. Ketiganya terletak di Anatolia Asia Kecil dan kini bagian dari Turki.– Baitul Maqdis Jerussalem, Palestina. Dikepung oleh gabungan dua pasukan yang dipimpin Abu Ubaidah bin al-Jarrah dan Amr bin al-Ash. Pengepungan berlangsung selama 6 bulan, dimulai bulan Syawal tahun 15 H. setelah enam bulan, Patriark Sophronius yang mengepalai keuskupan di Jerussalem memilih untuk menyerahkan kota al-Quds, namun dengan syarat Khalifah Umar sendiri yang datang untuk acara Ketiga, ditaklukkan dengan cara perang dan operasi militer. Model pembebasan semacam ini terjadi atas kota-kota seperti– Gaza Palestina. Ditaklukkan pada tahun 14 H oleh pasukan Amr bin al-Ash as-Sahmi, seusai perang di Ajanadain.– Qirqisia Circesium, kota kuno di perbatasan Suriah-Irak, dekat kota Dier az-Zor. Ditaklukkan pada bulan Ramadan 17 H oleh pasukan dari Irak yang dikirim oleh Sa’ad bin Abi Waqqash, komandan utama pasukan Irak.– Ra’sul Ain Provinsi Idlib, Suriah. Ditaklukkan oleh Umair bin Sa’ad alQari’ bin Ubaid al-Anshari yang diutus oleh Iyadh bin Ghanam pada tahun 19 H. Yasir/sidogiriPriode Khilafah Umar Pembebasan Negeri-Negeri Syam0% Priode Khilafah Umar Pembebasan Negeri-Negeri Syam Priode Khilafah Umar Pembebasan Negeri-Negeri SyamPriode Khilafah Umar Pembebasan Negeri-Negeri Syam 0%
abu ubaidah bin jarrah gugur pada waktu pembebasan kota