aku adalah prasangka hambaku
Priaberambut putih itu lalu menanyakan tentang pekerjaanku, dan tentu saja akupun akan menceritakannya sambil berfikir positif saja, karena sesuai dengan firman-Nya yang berbunyi "aku tergantung prasangka hambaku", sebelum aku sempat memberitahukan pekerjaanku, aku berfikir "mungkin pria berambut putih inilah yang dikirimkan oleh Allah swt
Aku sebagaimana prasangka hambaku kepada-Ku dan Aku bersamanya ketika ia berdoa kepada-Ku.” (HR. Muslim) Waktu Shalat Istikharah Shalat dan doa adalah merupakan salah satu ibadah yang paling dianjurkan ketika kita tengah menghadapi berbagai persoalan dan keruwetan dalam hidup karena tak hanya memohon petunjuk semata, melainkan juga
Berprasangka baik kepada Allah adalah hal yang mutlak, Karena kebaikan dunia akhirat manusia serta keburukan yang akan dialaminya itu ditentukan oleh diturunkan anugerah atau ditahannya anugerah tersebut oleh Allah Sang Pencipta. “Aku sesuai dengan prsangka Hambaku kepada Ku”, begitu makna firman Allah didalam Hadits Qudsi.
Akuterdiam karena ini adalah kata yang paling sering aku dengar. Dia menutupi kepalaku dengan kerudung hijau, menggantikan bajuku dengan baju kurung panjang kemudian membawaku keluar ruangan. karena seperti firman Allah “Aku berada pada prasangka hambaku.” Tetap berhusnudhon apapun yang kita miliki saat ini adalah yang Allah
DariAbu Hurairah RA, dia berkata,”Rasulullah SAW bersabda,’ Sesungguhnya Allah berkata: “Aku sesuai prasangka hambaku pada-Ku dan Aku bersamanya apabila ia memohon kepada-Ku” (HR Muslim) Dalam hadits ini tersirat sebuah ajakan dari Rasulullah SAW agar kita berusaha selalu dekat dengan Allah SWT, berbaik sangka (husnudzan) dan tidak
Partnersuche Kostenlos Ohne Registrierung Ab 50. Source kehidupan sehari-hari, seringkali kita mengalami situasi di mana kita harus menilai atau berprasangka terhadap orang lain. Kadang, prasangka yang kita buat terhadap seseorang bisa sangat mempengaruhi hubungan kita dengan mereka. Hal ini tidak saja terjadi dalam kehidupan sosial, tapi juga dalam kehidupan Islam, prasangka baik atau buruk juga ditekankan. Salah satu hadits yang terkenal terkait prasangka adalah “Hadits Aku Sesuai Prasangka Hambaku”. Hadits ini mengajarkan kita untuk selalu berprasangka baik terhadap sesama Aku Sesuai Prasangka Hambaku adalah sebuah hadits yang disampaikan oleh Rasulullah SAW. Hadits ini ditemukan dalam Shahih Bukhari dan Muslim. Berikut adalah teks lengkap hadits tersebut“Aku sesuai prasangka hambaKu kepadaku, dan aku bersama dia ketika ia menyebut namaku. Maka jika ia menyebut namaku di suatu tempat, maka aku menyebut namanya di tempat yang lebih baik darinya, dan jika ia mendekatinya satu hasta, maka aku mendekatinya dua hasta.”Hadits ini mengajarkan kita untuk selalu mempunyai prasangka baik terhadap sesama muslim. Rasulullah SAW menganjurkan kita untuk selalu berprasangka baik terhadap orang lain, dan bahkan lebih baik lagi daripada prasangka yang orang tersebut buat tentang diri dari Hadits Aku Sesuai Prasangka HambakuHadits Aku Sesuai Prasangka Hambaku mempunyai makna yang sangat dalam. Dalam hadits ini, Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk selalu mempunyai prasangka baik terhadap sesama merupakan keadaan di mana seseorang membuat suatu asumsi atau anggapan terhadap orang lain tanpa adanya bukti yang cukup. Prasangka sendiri dapat berupa prasangka baik atau buruk. Prasangka baik adalah prasangka yang positif, sementara prasangka buruk adalah prasangka yang hadits ini, Rasulullah SAW menganjurkan kita untuk selalu mempunyai prasangka baik terhadap sesama muslim. Dalam menjalin hubungan dengan orang lain, sangat penting untuk memiliki prasangka yang baik. Dengan memiliki prasangka yang baik, kita dapat meredakan perasaan cemburu, iri hati, atau bahkan sikap benci terhadap sesama baik juga dapat membantu kita dalam membangun hubungan yang harmonis dengan orang lain. Dalam menjalin hubungan dengan orang lain, kita perlu membangun rasa percaya dan saling menghormati. Dengan memiliki prasangka baik, kita dapat menunjukkan bahwa kita menghargai orang lain dan memuliakan dari Hadits Aku Sesuai Prasangka Hambaku dalam Kehidupan Sehari-hariHadits Aku Sesuai Prasangka Hambaku mempunyai banyak makna dan dapat diaplikasikan dalam berbagai situasi kehidupan. Berikut adalah contoh-contoh dari hadits ini dalam kehidupan sehari-hari1. Dalam BerbicaraDalam berbicara, seringkali kita membuat prasangka terhadap orang lain. Misalnya, kita menganggap bahwa seseorang tidak jujur atau tidak bertanggung jawab hanya karena dia terlambat datang ke suatu tempat. Namun, dalam hadits ini, Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk selalu berprasangka baik terhadap orang seseorang terlambat datang ke suatu tempat, kita sebaiknya tidak langsung membuat prasangka buruk terhadapnya. Sebaliknya, kita sebaiknya berprasangka baik dan mencari tahu alasan mengapa dia Dalam Membuat KeputusanSaat kita harus membuat keputusan penting, seringkali kita membuat prasangka buruk terhadap suatu hal atau seseorang. Misalnya, kita menganggap bahwa suatu tempat tidak aman hanya karena pernah terjadi kejahatan di sana. Namun, dalam hadits ini, Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk selalu berprasangka baik terhadap orang lain dan tempat-tempat yang ada di sekitar kita ingin membuat keputusan penting, sebaiknya kita mencari tahu informasi yang akurat dan tidak membuat prasangka buruk terhadap suatu hal atau seseorang. Dengan memiliki prasangka yang baik, kita dapat membuat keputusan yang lebih bijak dan Dalam Berinteraksi dengan Orang LainSaat kita berinteraksi dengan orang lain, seringkali kita membuat prasangka buruk terhadap mereka. Misalnya, kita menganggap bahwa seseorang tidak jujur atau tidak baik hati hanya karena ia berbeda pendapat dengan kita. Namun, dalam hadits ini, Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk selalu berprasangka baik terhadap sesama kita ingin menjalin hubungan yang harmonis dengan orang lain, sebaiknya kita selalu berprasangka baik terhadap mereka. Dengan memiliki prasangka yang baik, kita dapat menghargai perbedaan pendapat dan saling Aku Sesuai Prasangka Hambaku dalam Konteks KeluargaHadits Aku Sesuai Prasangka Hambaku juga dapat diaplikasikan dalam konteks keluarga. Dalam keluarga, seringkali terjadi situasi di mana kita membuat prasangka buruk terhadap anggota keluarga kita buruk dapat mempengaruhi hubungan yang kita miliki dengan keluarga kita. Jika kita selalu membuat prasangka buruk terhadap anggota keluarga kita, hubungan kita dengan mereka akan menjadi tegang dan bahkan mungkin hadits ini, Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk selalu berprasangka baik terhadap sesama muslim. Jika kita ingin membangun hubungan yang harmonis dengan keluarga kita, kita perlu selalu berprasangka baik terhadap mereka. Dengan memiliki prasangka yang baik, kita dapat membangun rasa percaya dan saling menghormati dalam Aku Sesuai Prasangka Hambaku adalah sebuah hadits yang penting dalam Islam. Hadits ini mengajarkan kita untuk selalu mempunyai prasangka baik terhadap sesama muslim. Dalam kehidupan sehari-hari, prasangka baik sangat penting dalam menjalin hubungan yang harmonis dengan orang lain dan mengaplikasikan hadits ini, kita perlu selalu berusaha untuk memiliki prasangka yang baik terhadap orang lain. Dengan memiliki prasangka yang baik, kita dapat meredakan perasaan cemburu, iri hati, atau bahkan sikap benci terhadap sesama muslim. Kita juga dapat membangun hubungan yang harmonis dengan orang lain dan DescriptionHadits Aku Sesuai Prasangka Hambaku mengajarkan pentingnya prasangka baik dalam Islam. Baca artikel ini untuk mengetahui makna hadits ini dan aplikasinya dalam kehidupan Keywordshadits aku sesuai prasangka hambaku, prasangka baik, Islam, hubungan harmonis, keluargaRelated video of Hadits Aku Sesuai Prasangka Hambaku Membahas Pentingnya Prasangka Baik dalam Islam
Hasil pencarian tentang Aku+seperti+persangkaan+hambaku Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan sedang sesungguhnya persangkaan itu tiada berfaedah Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja....Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran. Dan sesungguhnya mereka jin menyangka sebagaimana persangkaan kamu orang-orang kafir Mekah, bahwa Allah akan memanggil orang-orang yang bertakwa, sebagai penghargaan atas mereka, "Wahai hamba- hambaku Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta terhadap Sesungguhnya aku diutus oleh Allah untuk kebahagiaan dan kebaikan kalian....Dan aku benar-benar menyampaikan risalah ini seperti yang aku terima dari Allah. Dalam situasi seperti ini, dengan gentar ia menanyakan Tuhannya, "Ya Tuhan, mengapa Kau buat aku lupa...Mengapa pula Kau tempatkan aku seperti orang buta, sedangkan di dunia aku bisa melihat apa saja yang kepada keluarga mereka selama-lamanya dan syaitan telah menjadikan kamu memandang baik dalam hatimu persangkaan Ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Aku berikan kepadamu dan sesungguhnya Aku telah mengutamakan kamu...Ayat seperti ini telah kita temui di muka. kepada Qâbîl, "Kalaupun kamu tersesatkan oleh setan untuk menggerakkan tanganmu hendak membunuhku, aku...tidak akan melakukan seperti yang kamu lakukan....Aku tidak akan menggerakkan tanganku untuk membunuhmu, karena aku takut siksa Tuhanku. Jika mereka berpaling maka katakanlah "Aku telah memperingatkan kamu dengan petir, seperti petir yang Sâmiriy menjawab, "Aku memiliki keterampilan dan cara-cara pembuatan yang tidak diketahui Banû Isrâ'îl...Aku telah membuat patung dalam bentuk anak sapi yang mengeluarkan suara seperti ini, dan aku ambil segenggam...dari Tawrât, lalu aku lemparkan ke dalam perut patung anak sapi itu, agar manusia ragu....Demikianlah nafsuku membujukku untuk melakukan apa yang aku lakukan." Berkata Ya'qub "Bagaimana aku akan mempercayakannya Bunyamin kepadamu, kecuali seperti aku telah mempercayakan Aku tidak pernah tahu berita tentang para malaikat ketika mereka berselisih mengenai ihwal Adam....Sebab aku tidak menempuh jalan yang biasa digunakan orang untuk memperoleh pengetahuan, seperti membaca...Cara yang aku tempuh untuk memperoleh pengetahuan adalah melalui wahyu. Mungkinkah aku akan melahirkan anak, padahal aku adalah perempuan tua dan suamiku kalian lihat juga sudah...Demi Allah, sungguh luar biasa apa yang aku dengar ini!...Sebab bagaimana mungkin dua orang yang sudah tua seperti aku dan suamiku dapat menghasilkan anak?" Dan orang yang beriman itu berkata "Hai kaumku, sesungguhnya aku khawatir kamu akan ditimpa bencana... seperti peristiwa kehancuran golongan yang bersekutu. berilah aku potongan-potongan besi"....Hingga apabila besi itu sudah menjadi merah seperti api, diapun berkata "Berilah aku tembaga yang...mendidih agar aku kutuangkan ke atas besi panas itu". Katakan, wahai Rasulullah, "Ya Tuhanku, jika Engkau menurunkan siksa di dunia seperti telah Engkau janjikan..., padahal aku berada di tengah-tengah mereka, kepada kaumnya yang pada waktu itu menjadi para penyembah bintang-bintang "Inilah Tuhanku" menurut persangkaan...tatkala bintang itu tenggelam surut dia berkata, "Saya tidak suka kepada yang tenggelam." maksudnya aku pengertian terhadap syariat serta kenabian lalu katanya kepada manusia, "Hendaklah kamu menjadi hamba-hambaku Betapa mungkin aku mempunyai anak padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-laki?"...Firman-Nya, "Soalnya seperti itulah yaitu menciptakan anakmu tanpa bapak Allah menciptakan apa yang...Apabila Dia menghendaki menetapkan sesuatu seperti hendak menciptakannya maka cukuplah bagi-Nya mengatakan Berkata Qabil "Aduhai celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku Bujukan orang-orang munafik itu adalah seperti bujukan shaitan ketika dia berkata kepada manusia..."Kafirlah kamu", maka tatkala manusia itu telah kafir, maka ia berkata "Sesungguhnya aku berlepas diri...dari kamu, karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Rabb semesta Alam". Mûsâ menjawab, "Ini adalah tongkat yang aku pakai untuk berjalan dan menghalau kambingku....Selain itu, ada beberapa kegunaan yang lain seperti melindungi hewan dari bahaya." dari Tuhanku dan aku diberi rezeki yang baik sebagai karunia dari-Nya, apakan patut aku menyembunyikan...sesuatu yang harus kusampaikan kepada kalian, seperti perintah meninggalkan penyembahan berhala, menepati...Aku tidak ingin melakukan apa yang aku larang....Dan aku tidak akan mendapatkan kebenaran kecuali dengan pertolongan dan dukungan-Nya....Hanya kepada-Nyalah aku bertawakal. Dan juga hanya kepada-Nyalah aku kembali. Maka tatkala isteri 'Imran melahirkan anaknya, diapun berkata "Ya Tuhanku, sesunguhnya aku melahirkannya...anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti...Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya Katakanlah, wahai Muhammad, kepada mereka, "Aku tidak memiliki kekuasaan untuk mendatangkan kebaikan...dan menolak kemudaratan kecuali jika Allah menghendakinya sehingga aku dapat melakukannya....Kalaulah, misalnya, aku dapat mengetahui hal yang gaib, seperti yang kalian sangka, tentu aku-dengan...Tetapi aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan mengenai azab, dan pembawa kabar gembira akan Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku yakni orang-orang dekat hubungan familinya denganku...seperti anak-anak paman sepeninggalku yakni sesudah aku meninggal dunia, aku khawatir mereka akan...berani mengubah agamanya sedangkan istriku adalah seorang yang mandul tidak beranak maka anugerahilah aku Maka, demi langit dan bumi, aku bersumpah bahwa sesungguhnya semua yang kalian ingkari seperti terjadinya...kepada orang-orang yang mendustakan dan pahala untuk orang-orang yang bertakwa benar-benar akan terjadi seperti Tuhanku yang berupa hidayah dan restu-Nya kepadaku untuk beriman kepada Allah dan kebangkitan, tentu aku...akan seperti kamu dijebloskan ke dalam siksa.
- Nabi Muhammad ﷺ mengabarkan bahwa Allah berfirman, "Aku sesuai persangkaan baik hamba-Ku. Maka hendaklah ia berprasangka kepada-Ku sebagaimana yang ia mau" HR. Ahmad. Apa makna dari hadits tersebut? Dikutip dari buku Ad-Daa wad Dawaa karya Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, Maksudnya, Allah akan berbuat kepada hamba-Nya sesuai dengan persangkaannya. Tidak diragukan bahwa persangkaan yang baik berkaitan dengan perbuatan yang baik pula. Orang yang berbuat kebaikan akan berbaik sangka kepada Rabbnya, yaitu Dia akan membalas perbuatan baik itu, tidak mengingkari janji-Nya, serta akan menerima taubatnya. Adapun orang yang melakukan keburukan dan terus-menerus berbuat dosa besar, kezhaliman, dan penyimpangan terhadap syariat, maka kegelisahan serta ketakutan yang timbul dari kemaksiatan, kezhaliman, juga perkara yang haram akan menghalangi pelakunya untuk berprasangka baik kepada Rabbnya. Ini bisa disaksikan dalam realita sehari-hari. Budak yang melarikan diri, memiliki perilaku yang buruk, dan tidak taat kepada majikannya tentu tidak akan berbaik sangka kepada majikannya. Kegelisahan dan ketakutan yang timbul akibat perilaku buruk tidak akan pernah berkumpul dengan persangkaan baik, selama-lamanya. Orang yang melakukan perbuatan buruk akan merasakan ketakutan dan kegelisahan yang setara dengan perbuatan buruknya. Sungguh, orang yang paling berbaik sangka kepada Rabbnya adalah orang yang paling taat kepada-Nya. Al-Hasan al-Bashri berkata "Sesungguhnya orang Mukmin itu berbaik sangka kepada Rabbnya sehingga ia pun melakukan amalan yang baik. Sebaliknya, sesungguhnya orang yang durhaka itu bersikap buruk sangka kepada Rabbnya sehingga ia pun melakukan amalan yang buruk." Diriwayatkan oleh Ahmad dalam az-Zuhd. Bagaimana mungkin seseorang akan berbaik sangka kepada Rabbnya jika ia lari dari-Nya, berpindah-pindah dari satu kemurkaan Allah kepada kemurkaan-Nya yang lain, menjerumuskan dirinya ke dalam laknat-Nya, merendahkan dan menyia-nyiakan hak dan perintah-Nya, serta meremehkan larangan-Nya sehingga mengerjakan dan terus-menerus melakukannya? Bagaimana mungkin seseorang berbaik sangka kepada Rabbnya jika ia menantang untuk memerangi-Nya, memusuhi para wali-Nya, menolong musuh-musuh-Nya, mengingkari sifat kesempurnaan-Nya, berburuk sangka tentang sifat yang Dia tetapkan bagi-Nya dan yang ditetapkan oleh Rasul-Nya, serta menyangka dengan kebodohannya bahwa penetapan sifat-sifat-Nya merupakan kesesatan dan kekufuran? Bagaimana mungkin seseorang berprasangka baik terhadap Dzat yang disangkanya tidak berbicara, tidak memberi perintah, tidak melarang, tidak ridha, dan tidak murka? Sungguh, Allah berfirman mengenai orang yang ragu terhadap keterkaitan pendengaran-Nya dengan hal-hal yang bersifat parsial. Inilah rahasia dari firman-Nya وَذَٰلِكُمْ ظَنُّكُمُ ٱلَّذِى ظَنَنتُم بِرَبِّكُمْ أَرْدَىٰكُمْ فَأَصْبَحْتُم مِّنَ ٱلْخَٰسِرِينَ "Dan itulah dugaanmu yang telah kamu sangkakan terhadap Rabbmu dugaan itu telah membinasakan kamu, sehingga jadilah kamu termasuk orang yang rugi" QS. Fushshilat ayat 23 Orang-orang itu menyangka Allah tidak mengetahui sebagian besar perbuatan mereka. Ini merupakan persangkaan buruk mereka kepada Allah. Persangkaan ini pulalah yang kemudian membinasakan mereka. Begitulah kondisi setiap orang yang menentang sifat-sifat kesempurnaan dan karakteristik kemuliaan-Nya, serta menyifati-Nya dengan hal-hal yang tidak pantas bagi-Nya. Jika ia menyangka bahwa Allah akan memasukkannya ke Surga, berarti dirinya benar-benar telah tertipu, teperdaya, dan dikuasai syaitan, bukan karena baik sangkanya kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Perhatikan baik-baik dan renungkan betapa pentingnya hal ini! Bagaimana mungkin di dalam hati seorang hamba berkumpul keyakinan bahwasanya ia akan bertemu Allah, Dia mendengar perkataannya, melihat di mana dia berada, mengetahui apa yang tampak dan tersembunyi pada dirinya, tidak satu pun rahasianya yang tersembunyi dari-Nya, dan dia akan berdiri di hadapan-Nya, serta ia akan diminti pertangeungjawaban atas semua perbuatannya, sementara itu ia justru melakukan hal-hal yang membuat-Nya murka, mengacuhkan perintah-perintah-Nya, dan mengabaikan hak-hak-Nya. Meskipun demikian, ia menganggap diri masih tetap berbaik sangka kepada-Nya. Bukankah semua ini bersumber dari jiwa yang tertipu dan angan-angan kosong belaka? BACA JUGA Update Berita-Berita Politik Perspektif Klik di Sini
عن أبي هريرة رضي الله عنه مرفوعاً قال الله عز وجل أنا عند ظنِّ عَبدي بي، وأنا معه حيث يَذكُرني، والله، لَلَّه أَفرَحُ بِتَوبَةِ عَبدِهِ مِنْ أَحَدِكُم يَجدُ ضَالَّتَهُ بالفَلاَة، وَمَنْ تَقَرَّب إِلَيَّ شِبْرًا، تقرَّبتُ إليه ذِرَاعًا، ومن تقرب إلي ذِراعًا، تقربت إليه بَاعًا، وإذا أَقْبَلَ إِلَيَّ يمشي أَقْبَلْتُ إِلَيهِ أُهَرْوِلُ». متفق عليه، وهذا لفظ إحدى روايات مسلم. وروي في الصحيحين وأنا معه حِينَ يَذْكُرُنِي» بالنون، وفي هذه الرواية. حيث» بالثاء وكلاهما صحيح. [صحيح] - [متفق عليه وها لفظ مسلم] المزيــد ... Dari Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- dari Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bahwasanya beliau bersabda, 'Allah 'Azza wa Jalla berfirman, 'Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada-Ku. Aku bersamanya ketika dia mengingat-Ku. Demi Allah, Allah lebih senang dengan taubat hamba-Nya daripada seorang dari kalian yang menemukan barangnya yang hilang di padang pasir. Barangsiapa mendekat kepada-Ku satu jengkal, Aku mendekat kepadanya satu hasta. Siapa yang mendekati-Ku satu hasta, Aku mendekatinya satu depa. Jika ia datang menghadap sambil berjalan, Aku datang kepadanya sambil berlari kecil'." Muttafaq'alaih. Redaksi ini merupakan salah satu riwayat Muslim. Diriwayatkan dalam Aṣ-Ṣaḥīḥain, "Dan Aku bersamanya ketika mengingat-Ku." "ḥīna" dengan huruf nūn. Sedangkan dalam riwayat ini "ḥaiṡu" dengan huruf ṡa. Keduanya sahih. Hadis sahih - Muttafaq 'alaih Uraian Sesungguhnya Allah -Ta'ālā- sesuai dengan prasangka hamba-Nya kepada-Nya. Jika dia berprasangka baik kepada-Nya, maka baginya kebaikan. Jika berprasangka selain itu, maka itulah bagiannya. Dalam Musnad Imam Ahmad dari hadis Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- dari Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Allah -Ta'ālā- berfirman, 'Aku sesuai prasangka hamba-Ku kepada-Ku. Jika dia berprasangka baik kepada-Ku, maka baginya kebaikan, dan jika berprasangka buruk kepada-Ku, maka itulah bagiannya'." Hanya saja, kapan harus berprasangka baik kepada Allah 'Azza wa Jalla? Berprasangka baik kepada Allah itu benar, jika seseorang melaksanakan hal yang mendatangkan karunia Allah dan harapan kepada-Nya. Ia melakukan amal saleh dan berprasangka baik bahwa Allah akan menerima amalnya. Sedangkan jika seseorang berprasangka baik kepada Allah tanpa amal saleh, tentunya ini termasuk berangan-angan kepada Allah. Barangsiapa memperturutkan jiwanya kepada hawa nafsunya dan berangan-angan kepada Allah, maka ia adalah orang lemah. Sedangkan jika engkau berprasangka baik kepada Allah disertai dengan perlawananmu kepada-Nya dengan melakukan kemaksiatan, maka ini merupakan kebiasaan orang-orang lemah yang tidak memiliki modal untuk pegangan. Ibnul Qayyim -raḥimahullāh- berkata, "Tidak ada keraguan bahwa prasangka baik itu harus disertai perbuatan baik. Sesungguhnya orang yang berbuat baik akan berprasangka baik kepada Tuhannya bahwa Dia akan membalas kebaikannya itu dan Dia tidak akan menyalahi janji-Nya serta akan menerima tobatnya. Sedangkan orang jahat yang terus-menerus melakukan dosa besar, kezaliman dan berbagai pelanggaran, maka bias kemaksiatan, kezaliman dan keharaman akan mencegahnya berprasangka baik kepada Tuhannya. Sesungguhnya budak yang kabur dan keluar dari kepatuhan pada tuannya, maka ia tidak akan berprasangka baik kepada tuannya dan kesialan perbuatan buruk tidak akan bisa bersatu dengan prasangka baik untuk selama-lamanya. Sebab, orang yang berbuat keburukan akan merasa asing/terisolir sesuai kadar keburukannya. Orang yang paling baik prasangkanya kepada Tuhannya, adalah orang yang paling taat kepada-Nya. Hal ini dinyatakan oleh Al-Ḥasan Al-Baṣri, "Sesungguhnya orang mukmin itu berprasangka baik kepada Tuhannya, maka ia beramal baik. Sedangkan orang durhaka berprasangka buruk kepada Allah lalu beramal buruk." Selanjutnya Rasulullah menyebtukan bahwa Allah lebih senang dengan tobat hamba-Nya dibandingkan kesenangan seorang laki-laki yang menemukan kembali kendaraannya yang hilang di padang pasir. Tobat dilakukan dengan mengakui, menyesali, meninggalkan, dan bertekad tidak akan kembali melakukan dosa yang pernah dilakukannya. Selanjutnya Rasulullah menyebutkan bahwa Allah -Subḥānahu wa Ta'ālā- lebih pemurah dari hamba-Nya. Jika manusia mendekat kepada Allah satu jengkal, maka Allah mendekat kepadanya satu lengan. Jika manusia mendekat kepada-Nya satu lengan, maka Dia mendekat kepadanya satu depa. Jika manusia mendatangi-Nya sambil berjalan, maka Allah mendatanginya sambil berlari-lari kecil. Sesungguhnya Allah lebih pemurah dan lebih cepat menjawab daripada hamba-Nya. Hadis ini dipercaya oleh Ahlussunnah wal Jama'ah bahwa ini benar dan nyata milik Allah 'Azza wa Jalla. Hanya saja kita tidak mengetahui bagaimana cara berlari kecil dan bagaimana terjadi kedekatan ini. Itu adalah hal yang tata caranya mekanismenya kembali kepada Allah, dan kita tidak berhak membicarakannya. Kita hanya mempercayai maknanya dan menyerahkan tata caranya kepada Allah 'Azza wa Jalla. Kebersamaan Ma'iyah Allah bagi hamba-Nya ada dua macam satu,bersifat khusus yang mengharuskan adanya pertolongan dan bantuan. Kebersamaan ini disebutkan dalam hadis tersebut. Kedua, bersifat umum yang mengharuskan adanya ilmu dan pengetahuan. Kebersamaan seperti ini merupakan sifat yang nyata dan pantas bagi Allah -Ta'ālā-. Terjemahan Inggris Prancis Spanyol Turki Urdu Bosnia Rusia Bengali China Persia Tagalog Indian Orang Vietnam Sinhala Kurdi Hausa Portugis Sawahili Tamil Tampilkan Terjemahan
Ilustrasi sikap husnudzon yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari Foto Priscilla Du Preez on UnsplashHusnudzon atau berprasangka baik adalah sikap yang harus ditumbuhkan dalam diri setiap Muslim. Dengan memiliki sikap tersebut, tentu akan memberikan dampak positif tidak hanya bagi diri sendiri tapi juga orang bahasa, husnudzon berasal dari bahasa Arab 'husnu' yaitu baik dan 'az-zan' yang berarti prasangka. Apabila digabungkan, keduanya memiliki arti berprasangka membiasakan berprasangka baik, seorang muslim akan terhindar dari prasangka buruk pada orang lain. Sebagaimana dijelaskan dalam hadits berikutحَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلَاءِ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ جَعْفَرِ بْنِ بُرْقَانَ عَنْ يَزِيدَ بْنِ الْأَصَمِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ يَقُولُ أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي وَأَنَا مَعَهُ إِذَا دَعَانِيArtinya “Sesungguhnya Allah berkata Aku sesuai prasangka hambaku padaku. Jika prasangka itu baik, maka kebaikan baginya. Dan apabila prasangka itu buruk, maka keburukan baginya.” HR. Muslim no. 4849Husnudzon merupakan sikap yang disukai oleh Allah SWT. Dan umat Muslim dianjurkan untuk menghindari suudzan atau prasangka buruk. Anjuran tersebut dijelaskan dalam Alquran pada surat Al-Hujurat ayat 12, Allah SWT berfirmanيَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌArtinya “Wahai orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Dan janganlah menggunjing satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” QS. Al Hujurat 12Dalam buku Jalan Menggapai Ridho Ilahi oleh Abdul Aziz Ajhari, dkk, sikap husnudzon dalam Islam terbagi menjadi tiga, yaitu husnudzon kepada Allah SWT, kepada diri sendiri, dan kepada orang Kepada Allah SWTUmat Muslim harus memiliki sikap husnudzon kepada Allah SWT. Artinya, setiap muslim harus berbaik sangka kepada Allah SWT atas segala apa pun yang dihadapi dan dialami dalam membiasakan sikap ini, setiap cobaan yang diberikan oleh Allah SWT akan selalu ada hikmah yang diambil. Sikap husnudzon jika diamalkan akan memperkuat ketaatan kepada Allah Kepada Diri SendiriMengutip buku Rahasia Magnet Rezeki oleh Nasrullah, dengan berprasangka baik kepada diri sendiri akan memiliki sikap bersyukur. Baik dalam keadaan susah maupun senang, semuanya menanamkan sikap ini, ketika dihadapkan dengan segala macam masalah akan selalu melihat sisi positifnya. Misalnya di masa pandemi seperti saat ini. Apabila memiliki sikap husnudzon, seseorang tidak akan melihat dari situasi sulitnya saja, melainkan ada hikmah yang dapat diambil, yaitu bisa menjadi lebih dekat dengan keluarga di Kepada Orang LainDengan memiliki sikap husnudzon kepada orang lain, akan terhindar dari konflik yang berlarut-larut. Dalam buku Rahasia Magnet Rezeki, dijelaskan bahwa dengan berprasangka baik akan menimbulkan kepercayaan. Di mana kepercayaan akan melahirkan keterbukaan yang kemudian melahirkan dukungan dan kerjasama.
aku adalah prasangka hambaku