5 contoh melayani tuhan
Mengasihiadalah syarat utama dalam melayani pekerjaan Tuhan. Setiap orang bisa melayani. Namun pelayanan yang tidak didasari dengan sikap mengasihi, tidak memuliakan Tuhan dan berdampak pada orang lain. Mengasihi berhubungan dengan motivasi; Mengasihi berhubungan dengan kerendahan hati; Jadikan kasih sebagai dasar pelayanan kita ( 1 Kor 16:14)
MelayaniTuhan berfokus kepada kasih. Sedangkan melayani pekerjaan Tuhan berfokus pada menyelesaikan list-list pekerjaan pelayanan. Fokus dan disposisi hati yang mendasar inilah yang memberi kita kekuatan dalam melayani Tuhan dengan tulus dan rendah hati, apapun bentuk pekerjaan Tuhan yang saat itu kita kerjakan.
Mungkinkita berpikir bahwa hidup yang memuliakan Tuhan itu hanya kalau kita melayani pekerjaan Tuhan seperti berkotbah, mengajar, berdoa, menginjil, dan lainnya. Memang apabila kita melayani pekerjaan Tuhan dengan cara yang berkenan ,maka kita sedang memuliakan Tuhan. Malah dikatakan juga dengan hal-hal yang sederhana seperti soal makan dan minum.
Bertobatsecara utuli: intelektual, emosional, sosial, dan religius. • Masa pantang dan puasa: Mengurangi (menghilangkan) sikap konsumtif, hedonistik, dan koruplif, mampu dan berani berkata tidak untuk hal-hal yang merugikan kesucian diri dan merusak relasi cinta dengan Tuhan dan sesama (Ingat: 10 Perinlah Allah dan 5 Perintah Gereja, PS No
ArtikelPANGGILAN UNTUK MELAYANI - Setiap orang percaya dipanggil oleh Allah untuk melayani-Nya, Dan dalam Matius 20:25-28, Tuhan Yesus. Wednesday , 27 July 2022 Di sini Tuhan Yesus menempatkan diri-Nya kepada setiap pelayan-Nya sebagai contoh mengenai kerendahan hati dan menjadi berguna bagi orang lain.
Partnersuche Kostenlos Ohne Registrierung Ab 50. GambarJesus Christ with the twelve apostles. Christ depicted wearing a white robe with a yellow sash, is kneeling before one of the apostles as He washes the feet of that apostle. The other eleven apostles are gathered around a table having just completed the last supper. They are watching Christ. John 131-20 Bagaimana Kita Dapat Melayani Pikirkan tentang cara-cara orang telah melayani Anda dan anggota keluarga Anda. Yesus berfirman, “Aku ada di tengah-tengah kamu sebagai pelayan” Lukas 2227. Sebagai para pengikut sejati Yesus, kita juga harus melayani sesama. Pelayanan adalah menolong sesama yang membutuhkan bantuan. Pelayanan yang seperti Kristus tumbuh dari kasih yang tulus bagi Juruselamat dan dari kasih serta kepedulian bagi mereka yang kepadanya Dia memberi kita kesempatan dan arahan untuk membantu. Kasih adalah lebih dari sekadar perasaan; ketika kita mengasihi sesama, kita ingin menolong mereka. Kita semua harus bersedia untuk melayani, terlepas dari pendapatan, usia, atau kedudukan sosial kita. Beberapa orang percaya bahwa hanya yang miskin dan yang rendah yang hendaknya dilayani. Orang lain berpikir bahwa pelayanan hendaknya hanya diberikan oleh yang kaya. Namun Yesus mengajarkan yang sebaliknya. Ketika ibu dari dua murid-Nya meminta-Nya untuk menghormati putra-putranya dalam kerajaan-Nya, Yesus menjawab, “Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu” Matius 2026–27. Ada banyak cara untuk melayani. Kita dapat melayani orang lain secara ekonomi, sosial, jasmani, dan rohani. Sebagai contoh, kita dapat berbagi makanan atau bahan-bahan lainnya dengan mereka yang membutuhkannya. Kita dapat menolong mereka yang membutuhkan dengan memberikan persembahan puasa yang murah hati. Kita dapat menjadi teman bagi pendatang baru. Kita dapat berkebun bagi orang yang lanjut usia atau merawat orang yang sakit. Kita dapat mengajarkan Injil kepada orang yang membutuhkan kebenaran atau menghibur orang yang berduka. Kita dapat melakukan tindakan pelayanan yang kecil dan besar. Kita hendaknya jangan pernah gagal untuk menolong seseorang karena kita tidak mampu melakukan hal-hal yang besar. Seorang janda menceritakan tentang dua anak kecil yang datang ke rumahnya tak lama setelah dia pindah ke sebuah kota baru. Anak-anak tersebut membawakannya keranjang makan siang dan catatan yang berbunyi, “Jika Anda menginginkan seseorang untuk melakukan suatu pekerjaan, panggillah kami.” Janda itu dijadikan senang oleh kebaikan kecil tersebut dan tidak pernah melupakan hal itu. Tetapi, kadang-kadang, kita harus berkurban banyak untuk melayani seseorang. Juruselamat memberikan nyawa-Nya dalam melayani kita. Pikirkan tentang orang-orang dalam keluarga atau masyarakat Anda yang membutuhkan secara ekonomi, sosial, jasmani, atau rohani. Renungkan hal-hal yang dapat Anda lakukan untuk melayani mereka. Mengapa Juruselamat Ingin Kita Melayani Sesama Mengapa Tuhan ingin kita melayani sesama? Melalui pelayanan para pria dan wanita serta anak lelaki dan perempuan, pekerjaan Allah terlaksana. Presiden Spencer W. Kimball menjelaskan “Allah sungguh memerhatikan kita, dan Dia mengawasi kita. Tetapi biasanya melalui orang lainlah Dia memenuhi kebutuhan kita” Ajaran-Ajaran Presiden Gereja Spencer W. Kimball [2006], 99. Sepanjang kehidupan kita, kita semua bergantung kepada orang lain untuk mendapatkan pertolongan. Ketika kita bayi, orang tua kita memberikan makanan, memberikan pakaian, dan merawat kita. Tanpa perawatan ini kita sudah mati. Ketika kita tumbuh, orang lain mengajarkan kepada kita keterampilan dan sikap. Banyak dari kita memerlukan perawatan sewaktu sakit atau uang dalam krisis keuangan. Beberapa dari kita memohon kepada Allah agar memberkati orang-orang yang menderita dan kemudian tidak berbuat apa-apa bagi mereka. Kita harus ingat bahwa Allah bekerja melalui kita. Ketika kita saling membantu, kita melayani Allah. Raja Benyamin, seorang raja yang agung pada zaman Kitab Mormon, mengajari rakyatnya asas ini dengan cara hidupnya. Dia melayani mereka sepanjang hidupnya, mencari nafkahnya sendiri alih-alih disokong oleh rakyat. Dalam sebuah khotbah yang terilhami dia menjelaskan mengapa dia senang melayani, dengan mengatakan “Bilamana kamu melakukan pelayanan untuk sesamamu berarti kamu hanya melayani Allahmu …. Dan jika aku, yang kamu sebut rajamu bekerja untuk melayani kamu, lalu tidakkah seharusnya kamu bekerja untuk saling melayani? Mosia 217–18. Apa yang dapat kita lakukan untuk siap memenuhi kebutuhan orang lain? Kita Menerima Berkat-Berkat melalui Pelayanan Apa berkat-berkat yang kita terima melalui pelayanan kepada orang lain? Ketika kita melayani orang lain kita memperoleh berkat-berkat yang penting. Melalui pelayanan kita meningkatkan kemampuan kita untuk mengasihi. Kita menjadi semakin tidak mementingkan diri. Sewaktu kita memikirkan masalah orang lain, masalah kita sendiri terlihat lebih ringan. Kita harus melayani orang lain untuk memperoleh kehidupan kekal. Allah telah berfirman bahwa mereka yang hidup bersama-Nya harus mengasihi serta melayani anak-anak-Nya lihat Matius 2534–40. Ketika kita memerhatikan kehidupan orang-orang yang melayani dengan tidak mementingkan diri, kita dapat melihat bahwa mereka memperoleh lebih banyak daripada yang mereka berikan. Salah satu orang semacam itu adalah Orang Suci Zaman Akhir yang bernama Paul yang kehilangan fungsi kedua kakinya dalam sebuah kecelakaan. Beberapa orang mungkin menjadi sedih dan merasa tak berguna, namun sebaliknya Paul memilih untuk memikirkan orang lain. Dia mempelajari sebuah usaha dan memperoleh cukup uang untuk membeli sebuah rumah. Di sana dia dan istrinya menyediakan tempat bagi banyak anak yang tak diinginkan, yang tunawisma. Beberapa di antaranya cacat parah. Sampai kematiannya 20 tahun kemudian, dia melayani anak-anak ini dan orang lain. Sebagai balasan dia sangat dikasihi, dan pikirannya teralihkan dari keadaan kakinya yang lumpuh. Dia tumbuh dekat dengan Tuhan. Presiden Spencer W. Kimball mengatakan, “Kita menjadi pribadi yang lebih bermakna ketika kita melayani orang lain—sesungguhnya, adalah lebih mudah ’menemukan diri kita sendiri karena ada lebih banyak dari diri kita untuk ditemukan!” Ajaran-Ajaran Presiden Gereja Spencer W. Kimball, 104. Kesempatan untuk Melayani Beberapa dari kita hanya melayani mereka yang keberadaannya di dekat kita, kita senangi dan menghindari yang lain. Tetapi, Yesus memerintahkan kita untuk mengasihi dan melayani setiap orang. Ada banyak kesempatan untuk melayani lihat Mosia 415–19. Kita dapat melayani anggota keluarga kita. Para suami dan istri hendaknya menyadari kebutuhan satu sama lain. Para orang tua hendaknya melayani anak-anak mereka bukan hanya dengan memberikan makanan dan pakaian kepada mereka tetapi juga dengan mengajar dan dengan bermain serta bekerja bersama mereka. Anak-anak dapat melayani dengan membantu melakukan pekerjaan rumah serta dengan menolong kakak dan adik. Para suami dan istri saling melayani dan menolong. Mereka dapat saling menolong merawat anak-anak, dan mereka dapat saling mendukung dalam minat dan pengejaran individu mereka. Seorang ibu dan ayah mungkin berkurban untuk mengirim anaknya ke misi. Seorang kakak lelaki dapat menghibur adik perempuannya yang takut akan kegelapan atau menolongnya belajar membaca. Para nabi kita telah memberi tahu kita bahwa sebuah keluarga adalah unit paling penting dalam masyarakat. Kita juga harus melayani keluarga kita lihat Mosia 414–15. Kita memiliki banyak kesempatan untuk melayani tetangga kita, teman-teman kita, bahkan orang asing. Jika seorang tetangga mengalami kesulitan dalam menuai hasil ladang sebelum sebuah badai, kita dapat membantu. Jika seorang ibu sedang sakit, kita dapat mengawasi anak-anaknya atau menolongnya melakukan pekerjaan rumah. Jika seorang pemuda tidak aktif di Gereja, kita dapat membimbingnya kembali. Jika seorang anak dicemooh, kita dapat berteman dengannya dan membujuk orang lain untuk menjadi baik hati. Kita tidak perlu mengenal orang-orang yang kita layani. Kita hendaknya mencari cara-cara untuk melayani sebanyak mungkin anak-anak Bapa Surgawi kita. Jika kita memiliki bakat-bakat khusus, kita hendaknya menggunakannya untuk melayani orang lain. Allah memberkati kita dengan bakat dan kemampuan untuk menolong meningkatkan kehidupan orang lain. Kita memiliki kesempatan untuk melayani di Gereja. Satu tujuan organisasi Gereja adalah memberi kita kesempatan untuk saling menolong. Para anggota Gereja melayani dengan melakukan pekerjaan misionaris, menerima tugas-tugas kepemimpinan, mengunjungi anggota Gereja yang lain, mengajar di kelas-kelas, serta melakukan pekerjaan Gereja yang lain. Dalam Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir tidak ada rohaniwan yang dibayar, jadi anggota biasa harus melaksanakan semua kegiatan Gereja. Bagaimana kita dapat memberikan cukup waktu kepada keluarga kita, bahkan dengan banyaknya kesempatan kita untuk memberikan pelayanan dalam Gereja dan masyarakat? Kristus Adalah Teladan Pelayanan yang Sempurna Apa saja kisah tulisan suci favorit Anda mengenai Juruselamat memberikan teladan pelayanan? Juruselamat menyediakan teladan pelayanan yang sempurna. Dia menjelaskan bahwa Dia tidak datang ke bumi untuk dilayani melainkan untuk melayani serta untuk memberikan nyawa-Nya bagi kita lihat Matius 2028. Yesus Kristus mengasihi kita semua lebih daripada yang dapat kita pahami. Ketika Dia berada di bumi Dia melayani yang miskin, yang terabaikan, yang berdosa, yang dihina. Dia mengajarkan Injil kepada semua orang yang mau mendengarkan, memberi makan orang banyak yang kelaparan yang datang untuk mendengar-Nya, menyembuhkan yang sakit, dan membangkitkan yang mati. Dia adalah Pencipta bumi dan Juruselamat kita, namun Dia melakukan banyak tindakan pelayanan dengan rendah hati. Tepat sebelum Penyaliban-Nya Dia bertemu dengan para murid-Nya. Setelah mengajar mereka, Dia mengambil ember berisi air dan handuk serta membasuh kaki mereka lihat Yohanes 134–10; lihat juga gambar di bab ini. Pada masa itu membasuh kaki tamu merupakan tanda penghormatan dan biasanya dilakukan oleh seorang hamba. Yesus melakukan hal itu sebagai contoh akan kasih dan pelayanan. Ketika kita dengan sukarela melayani orang lain dalam semangat kasih, kita menjadi lebih seperti Kristus. Apa yang dapat kita pelajari dari teladan pelayanan Juruselamat? Tulisan Suci Tambahan Mosia 2 khotbah Raja Benyamin mengenai pelayanan A&P 815 menopang, meneguhkan, memperkuat Kolose 323–24 melayani orang lain sebagaimana Anda mau melayani Tuhan Alma 17–18 Amon melayani raja Galatia 513 melayani satu sama lain dengan kasih
Pelayanan adalah rahasia keberhasilan. Itulah yang Yesus katakan. Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. Matius 2311 Pelayan terbesar yang pernah ada adalah Yesus dan kita harus mengikut modelnya. Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang. Markus 1045 Hey! Jangan cuma baca dan belajar saja, tapi hargai penulisnya dengan like, follow, dan kasih pendapat di komen serta bagikan supaya kehidupan bersama lebih baik. Yesus adalah pelayan terbesar dan memiliki dampak terbesar. Jika kita mau dampak yang besar dalam hidup kita, maka itu datang dari pelayanan yang besar. Semua area kehidupan mengajarkan begitu juga. Santa penting untuk melayani orang. Setiap bos tahu betapa pentingnya melayani pekerja mereka. Setiap wiraswasta tahu jika mau usahanya berhasil, dia harus melayani pelanggan. Jika kita berpikir bahwa kita tidak punya waktu untuk melayani, maka kita perlu memikirkan kembali karena melayani adalah rahasia keberhasilan dalam semua area kehidupan. Setiap usaha yang mau menjadi besar tahu bahwa itu dimulai dari pelayanan. Setiap sekolah yang mau menjadi besar tahu bahwa itu dimulai dari pelayanan. Setiap komunitas bahkan sampai negara tahu betapa pentingnya melayani. Tapi banyak yang memiliki gambaran yang salah tentang pelayan. Yesus mau membenarkan itu. Kita membayangkan melayani adalah untuk mereka yang lemah, yang punya banyak waktu kosong, atau seseorang tanpa visi atau energi. Tuhan mengatakan dengan jelas dalam Alkitab bahwa Dia tidak mau kita menjadi budak siapapun. Dia telah memerdekakan kita. Tapi dia mau kita menjadi pelayan untuk semua orang. Budak dan pelayan adalah dua hal yang berbeda. 1. PELAYAN MENGASIHI Yesus mengasihi murid-murid-Nya. Itulah sebabnya Ia melayani mereka. Sama seperti Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya. Yohanes 131b Di saat bagaimana Yesus menunjukkan kasih kepada murid-murid-Nya? Bukan saat Dia melakukan mujizat, tapi saat Dia melayani mereka. Pelayanan adalah tentang motivasi. Pelayanan dimotivasi oleh kasih. Jika pelayanan dimotivasi oleh ketakutan, rasa bersalah, atau lainnya, pelayanan itu tidak akan ebrtahan lama. Itu akan membuat kita terbeban dan menjadi lelah di dalam. Kita perlu tahu bahwa kita, sebagai manusia, adalah makhluk yang penuh dengan konflik. Tidaklah sering kita dimotivasi oleh kasih. Tapi itu bukanlah alasan kita untuk tidak mau melayani. Pertanyaannya bukanlah apakah kita sempurna, tapi apakah kita bertumbuh di dalam motivasi akan kasih? Kita tidak akan pernah menjadi sempurna sampai akhir hidup kita, tapi apakah kita terus bertumbuh di dalam motivasi akan kasih? Karena semakin kita dimotivasi oleh kasih, semakin kita dikuatkan untuk melayani, semakin kita mencapai apa yang Yesus katakan tentang keberhasilan. Bagaimana kita dimotivasi oleh kasih? Bagaimana kita mengisi tanki kita dengan kasih? Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita. 1 Yohanes 419 Jadi ini dimulai dengan kasih Tuhan. Itulah dimana kita mengisi tanki kita. Jangan memulai dengan kasih kita karena kita tidak punya cukup kasih. Kasih kita mungkin hanya bertahan 5 tahun, 5 bulan, atau bahkan 5 menit. Tapi jika kasih Tuhan yang tanpa syarat dan kekal selamanya mengisi kita, maka kita akan bisa mengasihi orang lain dengan kasih Tuhan. Jika kita mengenal kasih Tuhan yang mengampuni kita tanpa syarat, maka kita diberikan kebebasan untuk mengampuni orang lain. Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih. Galatia 513 Tuhan memberikan kehendak bebas. Kita bisa memilih untuk menjadi egois atau melayani tapi Paul menyarankan orang-orang di Galilea untuk melayani. Kita mengasihi orang-orang yang kita layani. Kita tidak akan selalu suka dengan apa yang kita kerjakan, tapi kita suka melayani orang-orang yang kita layani. Orang tua tidak akan mengatakan bahwa mereka suka mengganti popok, tapi mereka suka melayani anak mereka. Kasih mereka terhadap si bayi memapukan mereka untuk melakukan sesuatu yang tidak mereka sukai. Kita melayani bukan karena kita harus, tapi karena kita mengasihi. 2. PELAYAN TAHU SIAPA MEREKA Seorang pelayan mengetahui identitas mereka. Mereka tidak berusaha membuktikan diri mereka atau membuat orang lain mengakui mereka, tapi mereka sudah tahu diri mereka. Yesus tahu, bahwa Bapa-Nya telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya dan bahwa Ia datang dari Allah dan kembali kepada Allah. Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya. Yohanes 133-4 Yesus sedang mempersiapkan dirinya untuk melayani murid-murid-Nya. Yesus tahu bahwa kuasa ada pada-Nya karena sudah diberikan kepada-Nya, tapi dia memilih untuk melayani. Dia bisa memilih untuk melakukan apapun, tapi Dia memilih untuk melayani Dia tahu Dia datang dari Bapa dan akan kembali ke Bapa. Orang-orang yang tidak percaya diri dengan identitas mereka, dengan kasih Tuhan, dengan apa yang dikatakan kepada mereka tentang diri mereka, tidak akan menjadi pelayan yang baik. Kenapa? Karena mereka akan selalu berusaha membuktikan diri mereka kepada orang lain supaya orang-orang tahu mereka. Iblis terus menerus merusak identitas kita. Dia berusaha membuat kita tidak aman dengan diri kita sehingga kita menjadi fokus dengan diri kita sendiri daripada fokus kepada orang-orang yang punya kebutuhan untuk bisa kita layani. Ada perbedaan antara menjadi kodependen dan menjadi pelayan. Jika kita kodependen melakukan sesuatu untuk orang lain supaya kita merasa baik tentang diri kita, kita sedang menaruh orang lain pada posisinya Tuhan. Kita mengharapkan mereka untuk membuat kita menjadi lebih baik. Kita bisa menjadi pelayan terbaik di tempat kita tapi di dalam kita, kita tidak memiliki identitas yang kuat. Kita sedang mencari identitas kita dan itu sangat berbeda dengan melayani. Melayani dimulai dengan kekuatan bahwa Tuhan mengasihi kita, bahwa Tuhan memenuhi kebutuhan kita, dan memberikan kekuatan itu kepada orang lain. Siapakah kita di dalam Yesus Kristus? Kita adalah terang dunia. Kita adalah anak Tuhan. Kita adalah keturunan ilahi. Kita adalah sahabat Tuhan. Kita diadopsi Tuhan. Kita dipilih Tuhan. Kita bait suci Tuhan. Masih banyak lagi apa yang Alkitab katakan tentang kita di dalam Yesus. Setiap hari musuh berusaha mencuri identitas kita sehingga kita lupa siapa kita dan mulai disibukkan dengan hal-hal dunia untuk membuktikan identitas kita yang tidak sesuai dengan identitas kita sebenarnya. Yang perlu musuh lakukan hanyalah membuat kita mendengarkan apa yang situasi atau orang lain katakan tentang kita. Tapi saat kita kembali kepada Tuhan dan mendengarkan kembali apa yang Tuhan katakan tentang kita, maka kita sedang menguatkan identitas sejati kita. Pelayan tahu siapa mereka. 3. PELAYAN MEMENUHI KEBUTUHAN Jika kita seorang pelayan, maka kita memilih untuk memenuhi kebutuhan dalam hidup orang lain. Yesus memenuhi kebutuhan murid-murid saat Dia membasuh kaki mereka. Itulah yang dibutuhkan murid-murid pada saat itu karena kaki mereka sangat kotor akibat debu di jalan. Pada saat itu semua ornag sedang sibuk mempersiapkan Perjamuan Makan Paskah. ada yang mempersiapkan lembu. ada yang mempersiapkan anggur dan cawan. Semuanya sedang dipersiapkan kecuali satu ruangan yang sedang dipinjamkan kepada mereka dan tidak ada pelayan yang datang ke ruangan itu. Tidak ada yang membersihkan kaki murid-murid dan semua mulai memainkan permainan “Giliran siapa melayani”. Semua saling melempar tanggung jawab. Alkitab tidak mengatakan apapun tentang mengambil giliran untuk melayani. Apakah Alkitab pernah mengatakan kasihilah satu dan yang lain pada saat giliranmu? Atau layanilah satu yang lain pada saat giliranmu? Tidak ada giliran dalam Alkitab. Yang ada hanyalah kasihilah, layanilah. Ketika Yesus masuk ke dalam dan melihat. Dia melakukan ini. Kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu. Yohanes 135 Tuhan dalam bentuk daging membasuh kaki. Kenapa Yesus membasuh kaki? Pertama karena kaki murid-murid kotor. Kedua karena hati mereka sedang angkuh. Jika tidak angkuh, pasti salah satu dari mereka mau membasuh. Tapi mereka tidak dan saling melempar tanggung jawab. Membasuh kaki pada saat ini adalah sebuah tindakan memenuhi kebutuhan orang lain. Jika kita tidak pernah melayani, gereja adalah tempat untuk memulai pelayanan. Jika kita tidak tahu mesti melayani, cobalah salah satu. Jika tidak sesuai, maka kerjakan yang lain. yang penting terjunlah melayani. Ada pelayanan yang berdasarkan kita dibentuk dan pelayanan berdasarkan kebutuhan yang menekan. Pelayanan yang berdasarkan kita dibentuk adalah pelayanan yang sesuai dengan bagaimana kita diciptakan. Kita diciptakan dengan karunia rohani, hati, karakter, pengalaman, dan kemampuan yang berbeda-beda dimana itu akan menjadi pelayanan seumur hidup kita. Tapi ada juga pelayanan yang tidak kalah pentingnya yaitu pelayanan berdasarkan kebutuhan yang menekan. Ketika kita melihat kebutuhan di depan kita, kita sadar bahwa kita harus memenuhi kebutuhan itu. Kadang kita bingung dan berpikir jika kita sudah dibentuk untuk melayani di bagian ini, maka kita tidak perlu melakukan pelayanan yang bukan bagian kita. Jadi kita berjalan di gereja dan menemukan sampah di jalan, kita berkata bahwa kita tidak dibentuk untuk memungut sampah. Jadi kita tunggu orang lain yang dibentuk untuk memungut sampah. itu adalah sesuatu yang salah. Jika kita melihat ada tumpukan sampah di tetangga kita, kita bisa menawarkan diri untuk membuang sampah tersebut. 4. PELAYAN MELAYANI ORANG YANG TIDAK SEMPURNA Karena kita melayani orang yang tidak sempurna, maka kita bisa kecewa, sakit, atau luka saat melayani. Mereka bahkan bisa melayani palayanan kita. Yesus melayani murid-murid yang tidak sempurna. Saat masuk ke dalam ruangan dimana Yesus membasuh mereka, mereka berselisih tentang siapa yang terbesar di antara mereka. Terjadilah juga pertengkaran di antara murid-murid Yesus, siapakah yang dapat dianggap terbesar di antara mereka. Lukas 2224 Ini terjadi pada malam itu. Ketika Yesus berjalan ke dalam ruangan, mungkin kita membayangkan sedang ada suasana menyembah atau rohani di dalam. Tapi tidaklah seperti itu. saat mereka masuk, itu bukanlah tempat yang kudus, tapi tempat dimana mereka mulai beradu pendapat. Yesus yang menghabiskan 3 tahun bersama mereka dan mengajarkan mereka terus menerus tentang pelayanan masuk ke dalam dan mau menghabiskan malam terakhir Dia bersama dengan mereka. Tapi Yesus malah menemukan keadaan seperti itu. Murid-murid masih tidak mengerti tentang melayani. Bagaimana perasaan Yesus saat itu? Mungkin kita akan tergoda untuk pergi saya pernah tergoda untuk itu. Tapi sebaliknya Yesus melayani mereka. Kita tidak melayani untuk pengakuan orang lain. Kita melayani karena Tuhan mengasihi kita dan perbedaan yang bisa kita buat dalam hidup mereka. Orang-orang akan mengecewakan kita tapi kita bisa memilih untuk tidak kecewa. Jangan biarkan kekecewaan itu mencuri kita dari kebesaran saat melayani. Yesus bahkan membasuh kaki Yudas, orang yang mengkhianati-Nya. Mereka sedang makan bersama, dan Iblis telah membisikkan rencana dalam hati Yudas Iskariot, anak Simon, untuk mengkhianati Dia. Yohanes 132 Jadi Yudas tahu dia akan mengkhianati Yesus dan Yesus tahu Yudas akan mengkhianati-Nya. Tapi Yesus tetao membasuh kaki Yudas. Yudah menjatuhkan Yesus, tapi Yesus tetap melayaninya. Orang-orang akan menjatuhkan kita. Tapi jangan biarkan itu mencuri kita, membawa kita menjauh dari sukacita pelayanan. Banyak orang yang dikecewakan dan akhirnya mundur. Mereka ke gereja dan tidak mau melayani lagi. Mungkin ktia sedang mencoba mendapatkan identitas dari mereka. Mungkin butuh waktu untuk luka itu supaya pulih. Mungkin waktu itu sudah berlalu dan saatnya mulai pelayanan lagi. Yesus juga membasuh kaki Petrus walaupun Petrus tidak mau. Kata Petrus kepada-Nya “Engkau tidak akan membasuh kakiku sampai selama-lamanya.” Jawab Yesus “Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku.” Kata Simon Petrus kepada-Nya “Tuhan, jangan hanya kakiku saja, tetapi juga tangan dan kepalaku!” Yohanes 138-9 Betapa cepatnya Petrus berubah dari tidak menjadi ya. Petrus sangat mudah ditebak. Dia bisa menjadi sangat yakin dengan dirinya tapi ternyata itu salah. Dia bilang dia tidak akan menyangkan Yesus, tapi dia malah menyangkal. 5. PELAYAN ITU RENDAH HATI Yesus menunduk dan merendahkan hati untuk membasuh kaki. Besoknya Yesus merendahkan hati untuk disalib supaya kebutuhan semua manusia dipenuhi. Pelayanan seperti apa yang Tuhan suka? Pelayanan yang rendah hati. Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan. Matius 2311-12 Penghalang terbesar untuk melayani adalah hati kita yang angkuh. Hati kita yang angkuh akan fokus pada apa yang orang lain katakan tentang kita daripada melayani orang lain. Hati yang angkuh akan fokus pada apa yang akan kita rasakan daripada mengetahui bahwa Tuhan mengasihi kita dan mau kita melayani dari kasih itu. Jika kita mau menjadi pelayan yang hebat maka kita harus menghadapi keangkuhan kita. Langkah pertama dalam kerendahan hati bukanlah berpikir bahwa kita itu rendah tapi lebih kepada berpikir bahwa orang lain itu tinggi. Sesudah Ia membasuh kaki mereka, Ia mengenakan pakaian-Nya dan kembali ke tempat-Nya. Lalu Ia berkata kepada mereka “Mengertikah kamu apa yang telah Kuperbuat kepadamu? Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan. Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu; sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu. Yohanes 1312-15 Kita akan bertemu dengan orang yang memiliki kaki yang kotor, baik fisik atau rohani atau emosional. Tuhan akan meminta kita untuk mengambil sehelai kain dalam ungkapan, dan melayani mereka. Kebesaran ditemukan dalam pelayanan. Berkat terbesar dalam hidup kita datang dari tempat-tempat dimana kita memilih untuk melayani. Pelayanan yang rendah hati adalah jalan kepada kebesaran yang murni dan benar. Yesus mengajarkan hal yang terbalik dengan dunia. Di dunia yang mau kita untuk menjadi terkenal, Yesus mau kita mengenali orang lain. Di dunia yang mau kita berpikir bahwa kebesararan adalah tentang apa yang kita dapat, Yesus berkata bahwa kebesaran datang dari apa yang kita beri. Di dunia dimana kita berpikir bahwa keberhasilan adalah tentang apa yang kita capai, Yesus berkata keberhasilan, keberhasilan sejati, datang dari pelayanan. Arti datang dari pelayanan. Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya. Yohanes 1317
Oleh Ps. Dr. Donald S. Whitney. 1 Petrus 410 “Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.” Matius 2028 “Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang .” Melayani Tuhan bukanlah sesuatu yang main-main. Betapa tidak! Taruhannya adalah nyawa kita. Tuhan menghendaki agar pelayanan kita kepadaNya itu menduduki prioritas utama dalam hidup kita. Kita tidak dapat memandang kegiatan melayani Tuhan sebagai sesuatu yang hanya kita lakukan untuk mengisi waktu saja. Tuhan tidak mau mempunyai hamba-hamba yang memberi kepada Dia sisa-sisa dari apa yang dimilikinya. Melayani dapat mencakup pelayanan di hadapan umum seperti berkhotbah dan mengajar, tetapi dapat juga mencakup pelayanan di belakang layar seperti misalnya menjemput mereka yang tidak memiliki kendaraan ke gereja, memimpin kelas balita, mencuci piring-piring kotor selesai acara ramah tamah dan memarkir kendaraan dihalaman gereja. Melayani dapat terlihat nyata di hadapan orang banyak seperti memimpin nyanyi, tetapi dapat pula tidak terlihat oleh orang banyak seperti mengatur kursi gereja. Sifat “kedagingan” kita tidak menyukai perbuatan-perbuatan baik yang tidak dilihat orang. Sifat kedagingan kita tidak menyukai perbuatan-perbuatan baik yang perlu dilakukaan secara rutin. Dua dari antara dosa-dosa yang mematikan kemalasan dan kesombongan. Kedua dosa itu memburamkan mata kita dan memborgol tangan dan kaki kita sehingga kita tidak dapat melayani walau kita tahu bahwa kita seharusnya melayani. Atau kalau kita melayani pun, kita tidak melakukannya sebagaimana yang kita inginkan. Kalau kita tidak mendisiplin diri untuk melayani demi Tuhan Yesus dan KerajaanNya, kita hanya akan melayani sekali-sekali saja, atau kalau kita merasa waktunya tepat saja, atau kita hanya melayani diri sendiri. Bila demikian, nanti di hadapan tahta pengadilan Allah, kita akan sangat menyesal. TUHAN MENGHENDAKI SETIAP ORANG PERCAYA MELAYANI Ketika Tuhan memanggil orang-orang pilihanNya, Ia tidak memanggil mereka untuk menganggur saja. Sewaktu kita dilahirkan kembali dan dosa-dosa kita diampuni, darah Tuhan Yesus Kristus menyucikan hati nurani kita ibrani 914, supaya kita dapat “melayani Allah yang hidup”. “Layanilah seorang akan yang lain” 1 Petrus 410 . Itu adalah amanat bagi setiap orang Kristen lahir baru. Tentu saja, adanya motif yang benar-benar sangatlah penting dalam melaksanakan pelayanan bagi Tuhan. Yang sangat mengagumkan adalah kehadiran Tuhan kita di dunia semata-mata untuk melayani dan menjadi pelayan bagi manusia Mat. 2028; Luk. 2227. Pelayanan terbesar yang Yesus lakukan bagi kita adalah mengorbankan nyawa-Nya agar kita diselamatkan. Ada pun bentuk pelayanan kita di dunia ini adalah melakukan tugas yang telah Tuhan berikan kepada kita dan meneladani kehidupan Kristus selama hidup-Nya di dunia 1 Apakah melayani Tuhan merupakan pilihan atau tujuan hidup kita? 1. Kita diciptakan untuk melayani Allah. Alkitab berkata Allah membentuk kita supaya kita melakukan hal-hal yang baik yang sudah dipersiapkannya untuk kita Hal-hal yang baik inilah pelayanan kita. Kapanpun kita melakukan hal yang baik terhadap orang lain, asalkan kita melakukannya untuk Tuhan, kita sebenarnya sedang melayani Allah Kol. 323; Mat. 2540; 45. 2. Kita diselamatkan untuk melayani Allah. Allah menebus kita supaya kita bisa melakukan pekerjaan kudusnya. Kita tidak diselamatkan oleh pelayanan, tetapi kita diselamatkan untuk pelayanan. Dalam kerajaan Allah, kita memiliki sebuah tempat, sebuah tujuan, sebuah peran, sebuah fungsi untuk dilaksanakan. Ini memberi arti dan nilai yang luar biasa kepada kehidupan kita. Yesus harus mengorbankan nyawaNya sendiri untuk membeli keselamatan kita. Kita tidak melayani Allah karena rasa bersalah atau ketakutan atau bahkan kewajiban, tetapi karena sukacita dan ucapan syukur yang dalam atas apa yang telah Dia kerjakan bagi kita. Kita berhutang nyawa kepadaNya 1Kor. 620. Melalui keselamatan, masa lalu kita telah diampuni, masa kini kita diberi makna, dan masa depan kita dijamin. Istilah lain dalam bahasa inggris untuk melayani Allah yang salah dimengerti oleh banyak orang adalah ministry pelayanan sebagai gembala/pendeta. Ketika sebagian orang mendengar kata “pelayanan” mereka berpikir tentang gembala, pendeta, dan rohaniwan profesional, tetapi Allah berkata setiap anggota keluargaNya merupakan seorang pelayan minister. Di dalam Alkitab, kata hamba servant dan pelayanan minister adalah sinonim, seperti halnya service dan ministry. Jika Anda seorang Kristen, Anda merupakan seorang pelayan minister dan Anda melayani serving atau pun ministering. 3. Kita dipanggil untuk melayani Allah. Ketika bertumbuh, kita mungkin mengira bahwa “dipanggil” oleh Allah merupakan sesuatu yang hanya dialami oleh para misionaris, gembala, dan pekerja gereja purna waktu lainnya, tetapi Alkitab berkata bahwa semua orang kristen dipanggil untuk melayani. Panggilan kita untuk keselamatan meliputi panggilan Anda untuk melayani. Keduanya sama. Tidak peduli apa pekerjaan atau karier kita, kita dipanggil untuk pelayanan kristiani purna waktu. Seorang kristen yang tidak melayani merupakan sebuah pernyataan yang bertentangan. Setiap kali kita memakai kemampuan-kemampuan yang diberikan Allah untuk menolong orang lain, kita sedang memenuhi panggilan kita. 4. Kita diperintahkan untuk melayani Allah. Bagi orang-orang Kristen, pelayanan bukanlah pilihan, sesuatu untuk dimasukkan ke dalam jadwal kita jika kita bisa menyediakan waktu. Pelayanan adalah inti kehidupan Kristen. Yesus datang untuk melayani dan untuk memberi. Dan kedua kata kerja tersebut seharusnya juga menjadi ciri kehidupan kita di dunia. Kita seharusnya menjadi bagian dari solusi, bukan masalah. Enam Hal yang Harus Menggerakkan Orang Percaya Dalam Melayani Tuhan 1. Tergerak Oleh Kepatuhan / Ketaatan Di dalam kitab Ulangan 134, nabi Musa menulis, “Tuhan, Allahmu, harus kamu ikuti, kamu harus takut akan Dia, kamu harus berpegang pada perintahNya, suaraNya harus kamu dengarkan, kepadaNya kamu harus berbakti dan berpaut.” Ayat tersebut berkaitan dengan kepatuhan kepada Allah. Di tengah rangkaian kata-kata yang memerintahkan agar kita patuh kepadaNya, terdapat perintah “kepadaNya harus kamu berbakti”. Berbakti kepadaNya berarti mengabdi kepadaNya dan melayani Dia. Ya, kita harus melayani Dia karena kita mau mematuhi Dia. Jika kita tidak melayani Tuhan, itu berarti tidak mematuhi Dia. Jadi, tidak melayani Tuhan adalah suatu dosa. 2. Tergerak Oleh Rasa Syukur / Terima kasih Tidakkah Anda ingat, bagaimana malangnya hidup Anda sebelum mengenal Yesus Kristus, tanpa tujuan dan tanpa harapan? Tidakkah Anda ingat, bagaimana berdosanya Anda kepada Tuhan? Tidakkah Anda ingat, bagaimana rasanya ketika Anda tahu bahwa Tuhan Yesus bersedia mati bagi Anda, mengampuni dosa-dosa Anda yang sangat banyak agar Anda selamat dan memberi Anda jaminan hidup kekal di sorga? Seorang yang sungguh sadar bahwa hidupnya saat ini adalah anugerah Tuhan akan mengabdikan seluruh hidupnya kepada Tuhan. Ia akan melayani Tuhan seumur hidupnya meskipun ia tahu bahwa ia tidak akan pernah bisa membalas anugerah Tuhan yang besar itu. Dengan memberikan diriNya sendiri sebagai korban penebusan dosa Anda, Tuhan Yesus sudah melakukan sesuatu yang terbesar bagi Anda. Tidak ada pemberian yang lebih besar daripada itu. Tidakkah Anda menyadari bahwa tidak ada yang lebih besar yang dapat ia perbuat bagi Anda daripada memberikan dirinya bagi keselamatan Anda? Dia adalah segalanya bagi kita. Kalau kita sebagai hambanya tidak dapat melayani Dia dengan penuh rasa terima kasih, apa yang dapat membuat kita berterima kasih kepadaNya? 3. Tergerak Oleh Sukacita Berikut ini isi pesan Mazmur 1002 “Beribadahlah kepada Tuhan dengan sukacita.” Melayani Tuhan tidak pantas dilakukan dengan hati yang mengomel atau kecut. Kita harus melakukannya dengan sukacita. Pada zaman dahulu kala, hamba-hamba raja sering dijatuhi hukuman mati hanya karena bermuka muram sewaktu melayani sang raja. Ada sesuatu yang tidak beres pada diri Anda kalau Anda tidak dapat melayani Tuhan dengan sukacita. Kalau anda melayani Tuhan hanya karena Anda merasa itu sudah kewajiban Anda, tidaklah aneh kalau Anda tidak dapat melayani Dia dengan sukacita. Kalau Anda melayani Tuhan hanya karena Anda mau masuk surga, tidaklah aneh kalau Anda tidak dapat melayani Dia dengan sukacita. Sebaliknya orang Kristen yang berterima kasih atas apa yang telah Tuhan lakukan baginya akan dapat melayani Tuhan dengan sukacita dan sukarela. 4. Digerakkan Oleh Fakta Sudah Diampuni Jika Anda membaca Yesaya 66-8 di situ Anda mendapati apakah nabi Yesaya menanggapi panggilan Allah dan siap melayani Allah karena ia merasa bersalah? Bukan! Karena Allah sudah menghapus kesalahannya. Anak-anak Allah melayani Tuhan bukan supaya mereka diampuni, tetapi karena mereka sudah diampuni. Jika kita melayani Tuhan hanya karena kita merasa bersalah kalau kita tidak melayani Dia, gambarannya kita ini seperti orang yang melayani dengan kaki yang dirantai pada pergelangannya. Tidak ada kasih dalam pelayanan itu. Yang ada hanyalah upaya dan upaya. Tidak ada sukacita dalam pelayanan itu, yang ada ialah kewajiban dan kejemuan. Kita seharusnya melayani dengan sukcita karena kematian Kristus sudah membebaskan kita dari cengkeraman kuasa dosa. 5. Digerakkan Oleh Kerendahan Hati Yesus adalah hamba yang sempurna. KebesaranNya terlihat dari kesediaanNya merendahkan diri, melayani kedua belas murid-muridNya. Sungguh, suatu kerendahan hati yang mencengangkan. Yesus, Tuhan dan Guru murid-murid itu, mencuci kaki mereka untuk memberi contoh bagaimana murid-muridnya harus melayani dengan kerendahan hati. Dalam kehidupan ini selalu ada kecenderungan dalam diri kita Alkitab menyebutnya sebagai “kedagingan” untuk berkata, “kalau saya harus melayani, saya harus mendapatkan sesuatu. Kalau saya mendapat imbalan, atau mendapat pujian bahwa saya ini rendah hati, atau memperoleh keuntungan bagi diri saya sendiri, saya akan berusaha tampil rendah hati dan mau melayani. Itu namanya bukan melayani seperti Kristus tetapi itu namanya munafik. Dengan kuasa Roh Kudus, kita harus menolak pelayanan yang bermotivasi mementingkan diri sendiri. Itu adalah motivasi yang tidak benar. Kerendahan hati kita dalam melayani harus tulus, “menganggap yang lain lebih utama daripada dirinya sendiri Filipi 23. Orang Kristen seharusnya melayani dengan rendah hati karena hal itu membuat dirnya menjadi semakin seperti Yesus. 6. Digerakkan Oleh Kasih Menurut Galatia 513, pelayanan harus dilakukan atas dasar kasih. Tidak ada “bensin” yang lebih baik untuk menggerakkan kita melayani dan memberi semangat selain kasih. Dalam pelayanan kita kepada Tuhan, kita melayaniNya bukan demi memperoleh uang, tetapi kita melakukannya atas dasar kasih kepada Tuhan dan kepada sesama. Melayani Tuhan bukanlah persoalan suka atau tidak suka. Kita diberi amanat, “pergilah!” maka kita pergi. Kasih Yesuslah yang mendesak kita pergi melayani. Kalau orang-orang Kristen dipenuhi dengan kasih Yesus, mereka akan digerakkan pula oleh kasih Yesus. Hasilnya mereka “tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka” 2 korintus 514-15. Mereka melayani Allah dan sesamanya atas dasar kasih Yesus. SETIAP ORANG KRISTEN MEMPUNYAI KARUNIA UNTUK MELAYANI Karunia-karunia Roh menunjukkan peran-peran kita dalam pelayanan. Semua manusia dilahirkan dengan bakat dan talenta tertentu, namun hanya orang percaya yang diberikan karunia-karunia Roh. Karunia-karunia Roh dianugerahkan kepada kita ketika kita dilahirkan kembali dan menjadi bagian dari tubuh Kristus gereja lokal. Gereja Lokal adalah pusat dari pelayanan. Anggota-anggota tubuh Kristus, yaitu jemaat diperlengkap dalam tubuh Kristus untuk keluar melayani semua orang dengan bakat, talenta, dan karunia-karunia yang mereka miliki. KARUNIA-KARUNIA ROH Pada saat Anda diselamatkan, Roh kudus masuk untuk tinggal di dalam diri Anda, Ia membawa serta karunia Roh untuk Anda. Dalam 1 korintus 124, 11, disebutkan bahwa ada bermacam-macam karunia, dan bahwa Roh Kuduslah yang akan menentukan karunia mana yang akan diberikanNya kepada kita. Dan tujuan diberikannya karunia itu adalah untuk melayani “layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.” Apa pun pandangan teologi Anda tentang karunia Roh, dua hal penting ini yang terungkap dalam 1 Petrus 410 tetap berlaku 1 Kalau Anda adalah orang Kristen, maka Anda mempunyai karunia Roh; 2 Tujuan Allah memberi Anda karunia itu ialah supaya Anda memakainya dalam pelayanan. Banyak orang Kristen yang sudah lama melayani Allah dengan setia, tidak mengetahui dengan pasti karunia apa yang sudah Tuhan berikan kepada mereka. Saya tidak bermaksud mengatakan bahwa Anda tidak perlu mencoba mencaritahu karunia apa yang Anda peroleh, tetapi saya hendak mengatakan bahwa sekalipun Anda tidak dapat mengatakan dengan pasti karunia apa yang ada pada Anda, keselamatan yang sudah Anda peroleh tidak dibatalkan. Cara untuk mencaritahu karunia apa yang ada pada Anda adalah melayani Tuhan, dan temukan dibidang mana Anda begitu sangat menikmati melakukannya. Seandainya Anda mempunyai karunia untuk mengajar, Anda tidak akan betul-betul mengetahui bahwa Anda memiliki karunia mengajar kalau Anda tidak mau mulai mencoba mengajar. Melalui pelayanan kepada orang-orang yang sedang berada dalam kesusahan dan yang sedang terluka hatinya, Anda mungkin saja mendapati bahwa Anda mempunyai karunia belas kasihan. Saya mendorong agar Anda mendisiplin diri untuk melayani di dalam gereja Anda. Anda tidak harus melayani dalam bidang yang menonjol. Anda tidak harus mempunyai kedudukan yang tinggi. Mereka yang mempunyai hati seorang hamba akan mendapati dirinya digerakkan oleh kasih Yesus sehingga mereka rela melayani sekalipun di luar jam kerja/jam pelayanan yang sudah di tentukan. Orang-orang yang tidak dapat melayani sebagaimana yang mereka kehendaki, yang terhalang oleh keadaan fisiknya, biasanya dapat menjadi pendoa syafaat yang kuat. Tuhan memberi kita karunia Roh supaya kita memakainya untuk melayani. Kalau tidak demikian, hidup kita tidak ada tujuannya. Bukankah Tuhan tidak mau kehidupan kita di dunia ini menjadi sia-sia? UNTUK DIRENUNGKAN DAN DITERAPKAN Ibadah kita kepada Tuhan menggerakkan kita untuk melayani Dia, sedangkan tindakan melayani Tuhan mengekspresikan ibadah kita. Bila kita mau hidup menurut kehendak Allah, kita harus mempunyai keseimbangan dalam kedua hal tersebut. Mereka yang melakukan pelayanan tanpa secara teratur beribadah baik dalam saat teduh pribadi maupun dalam kebaktian bersama pasti melakukan pelayanannya di dalam kedagingannya. Diadaptasi oleh Eva Susanty dari buku Spritual Discipline for The Christian Life oleh Dr. Donald S. Whitney. By Dr. Donald S. Whitney adalah Gembala Sidang di Glenfield Baptist Church, Illinoiis, Amerika Serikat. Penulis buku-buku rohani terlaris di dunia, yang memenangkan banyak penghargaan, antara lain How Can I Be Rure I’m a Christian, Spritual Check-Up dan Family Worship.
Sumber Alkitab / 9 November 2016 Shine Contributor Dengar kata "pelayanan" banyak orang mungkin berkata, “Munafik, belum bener aja udah melayani Tuhan,” atau bahkan ada tuduhan, “Udah lu ga layak, ga usah so suci melayani Tuhan.” Tapi tahukah Anda bahwa kerinduan Tuhan adalah agar kita semua melayani Dia. Dia mati agar kita menerima hidup dan hidup dalam segala kelimpahan, artinya apa yang sudah Dia berikan kepada kita secara cuma-cuma hendaknya kita bagikan kepada orang lain juga secara cuma-cuma. Contohnya ada seorang yang dilunasi hutangnya pasti dia akan merasa hutang budi kepada yang melunasi hutangnya, demikian juga kita kepada Yesus. Kita diselamatkan dan dengan melayani adalah bukti bahwa kita mengasihi dan bersyukur kepada setiap perusahaan berusaha memberikan pelayanan terbaik. Hidup kita tidak pernah lepas dari pelayanan. Contoh jika kita ke minimarket bahkan kasir menyapa, ada doktef gigi yang bersikap ramah kepada anak-anak, kalau di kampus ada petugas administrasi yang melayani mahasiswa, dan juga di dunia perbankan. Kesimpulan jiwa melayani dibutuhkan dalam kehidupan kita saat ini bahkan di sorga kelak kita tetap melayani Raja gereja, bayangkan bagaimana kalau yang penerima tamu adalah orang yang cembetut. Para singer adalah orang-orang yang cuma tahu nyanyi tapi cuma di bibir saja, ngga ada gunanya karena orang dunia suaranya lebih merdu. Sikap hati melayani harus dikembangkan, belajar mengerti apa yang Tuhan inginkan dalam hidup kita mengasihi Tuhan dengan segenap ga liat seberapa banyak pelayanan yg kamu lakukan sebab Alkitab sendiri berkata “ enyahlah kamu sekalian yg melakukan kejahatan” Lukas 1327 kepada orang-orang yang berkata bahwa mereka sudah melayani Tuhan, pelayanan tanpa kasih akan begitu menjijikan dihadapan Tuhan. Kamu tidak melayani Tuhan tapi sedang melayani dirimu sendiri. Berikut ini pertanyaan yang mungkin bisa menggelitik kita akan itu pelayanan? Pelayanan adalah sesuatu perbuatan yang kita lakukan untuk keuntungan Tuhan dan atau sesama dengan sikap rendah hati, bersyukur dan menyembah Tuhan karena kita percaya ada upah bagi kita yang melayani Tuhan. Mengapa kita melayani? Apa dosa jika tidak melayani? Kita diciptakan untuk melayani Mazmur 11991 “ Menurut hukum-hukum-Mu semuanya itu ada sekarang, sebab segala sesuatu melayani Engkau.”Tuhan ingin kita melayani satu sama lain 1 Petrus 410 ”Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.”Karena Allah telah terlebih dahulu melayani kita. Dia datang ke dunia untuk melayani bukan dilayani Matius 2028 “Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”Yang terakhir kita melayani karena hanya ada dua tipe pelayan/hamba yakni hamba Tuhan atau setan. Jika kita tidak melayani Tuhan artinya kita melayani kedagingan atau hawa nafsu kita sendiri. Lukas 1613 Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan...” Seperti Pohon, dia tidak berbuah untuk dirinya sendiri. Manusia diciptakan untuk melayani dan berguna bagi Kerajaan Tuhan atau Pencipta-Nya dan orang lain. Saat kita memandang kepada kebaikan Tuhan tidak mungkin hati kita tidak tergerak untuk mengikuti apa yang sudah Dia lakukan kepada saja yang bisa melayani? Yang mau memuliakan Tuhan 1 Petrus 411 “Jika ada orang yang berbicara sebagai orang yang menyampaikan firman Allah; jika ada orang yang melayani, baiklah ia melakukannya dengan kekuatan yang dianugerahkan Allah, supaya Allah dimuliakan dalam segala sesuatu karena Yesus Kristus. Ialah yang empunya kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya! Amin.”Yang mau menjadi besar Markus 1043 “ Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu.”Bagaimana cara melayani yang benar?* Tanpa memilih apakah itu pelayanan “kecil/besar”, “tampil di depan umum/tidak” baca 1 Samuel 167 manusia melihat apa yang ada di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati. Mungkin kamu disanjung dan disalami karena melayani tapi hanya Tuhan yang tahu hatimu. Apakah kamu sedang membanggakan kemampuan/talenta atau kamu mengembalikan segala kemuliaan bagi nama Tuhan Yesus. * Sikap hati yang benar rendah hati, mengasihi jiwa-jiwa, melakukan dengan segenap hati, jiwa dan kekuatan. Firman Tuhan berkata “yang memberikan air secangkir saja maka dia tidak akan kehilangan upahnya”, melayani ngga pilih-pilih sebab kita tahu Tuhan lihat semua perbuatan kita, Dia mengawasi setiap tingkah laku.* Sesuai dengan talenta. Contoh Musa yang memimpin karena dia gagap dan Harun yang berbicara dengan Firaun. Kelemahan kita adalah kelebihan yang ada pada orang lain dan sebaliknya, Tuhan ingin semua bersatu untuk memuliakan nama-Nya. Roma 127 berkata “Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar; jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati.”* Memandang kepada upah. Kolose 324 mencatat “Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya.”Apa saja pelayanan di gereja khususnya? Apa saja yang orang lain/gereja butuhkan dari kita. Menjadi pendoa, pemusik, worship leader, merapikan dan menjaga kebersihan gereja, menasihati sesama anak Tuhan, mendengarkan curhat anak Tuhan dan bahkan bersaksi. Banyak sekali rupa-rupa pelayanan, di dalam gereja besar bermula dari pelayanan-pelayanan kecil. Daud harus menggembalakan dua atau tiga ekor domba dulu, Yusuf menjadi budak dulu, bahkan Yesus juga pernah menjadi tukang kayu. Sidney Mohede dulu adalah crew yang menggulung kabel sehabis ibadah sebelum akhirnya menjad pemimpin pujian yang diurapi. So, tetap semangat melayani Tuhan karena Dia Baik dan Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia Tuhan bagi mereka yang mengasihi-Nya. Selamat melayani!Yohanes 517 Tetapi Ia berkata kepada mereka “Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga”Yohanes 627 Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan ini adalah kontribusi dari visitor Anda juga dapat berbagi dan menjadi berkat dengan berbagi kisah inspiratif, kesaksian, renungan, pendapat Anda tentang isu sosial atau berita yang terjadi di lingkungan dan gereja Anda dengan menguploadnya langsung melalui fitur Berani Bercerita di info lebih jelas KLIK DISINI. Halaman 1
Ketika Anda bekerja dari cinta, pelayanan kepada tuhan itu menjadi menyenangkan dan menyenangkan. Cari tahu di posting ini bagaimana melakukannya secara efektif dan apa yang Anda dapatkan sebagai imbalan ketika Anda melayani Tuhan. Yohanes 12-26 “Siapa pun yang ingin melayani saya harus mengikuti saya; dan di mana saya berada, di situ juga ada hamba saya. Siapa pun yang melayani saya, Bapa saya akan menghormatinya." Indeks1 Apa itu pelayanan kepada Tuhan?2 Ayat tentang melayani Tuhan3 Kewajiban melayani Tuhan4 Melayani Tuhan dengan adil5 Mentalitas hamba kepada Tuhan di atas segalanya Kita semua pada suatu saat pernah dan menjadi hamba Tuhan, dalam beberapa hal, kita selalu tersedia bagi-Nya. Kata "hamba" diungkapkan dalam Alkitab untuk orang-orang yang melayani Tuhan dan orang lain. Kebanyakan orang cenderung mengatakan bahwa hamba-hamba Tuhan adalah pendeta dan pemimpin agama, bahwa pelayanan kepada Tuhan adalah eksklusif untuk orang-orang dengan karunia khusus tertentu dan konsepsi ini tidak benar, semua orang yang melayani Tuhan, dianggap pelayan. Salah satu contoh paling jelas dari pelayanan kepada tuhan, berbicara tentang Yesus, dalam pertemuan, konferensi dan bahkan secara individu, memiliki waktu yang diperlukan untuk berbicara dengan Tuhan, berdoa dan bersyukur, untuk memberitakan firman-Nya, dengan sukacita menghadiri acara-acara gereja dan Kristen, memiliki kesempatan untuk membantu mereka yang paling membutuhkan . Melayani Tuhan dengan cara yang bertanggung jawab, penuh sukacita, penuh syukur, selalu dengan kata-kata cinta kepada Tuhan dan sesama kita, kita harus memiliki keyakinan untuk mengingat pelayanan Tuhan dalam segala hal yang kita timbang, katakan dan lakukan; Dengan demikian, orang-orang di sekitar kita akan dipenuhi dengan perasaan dan semangat ini, dan di atas segalanya, iman kepada Bapa surgawi kita. El pelayanan kepada tuhan, dibingkai dalam firman-Nya, dalam perintah-perintah-Nya dan dalam pesan-pesan alkitabiahnya, jika tidak, kebaktian tidak memiliki validitas apa pun. Untuk mendapatkan informasi terbaik tentang kitab suci dan mengetahui bagaimana menjadi hamba Tuhan, salah satu pilihannya adalah cara membaca alkitab dalam setahunJika kami melakukan pembacaan ini dengan mengklik tautan, Anda akan mengetahui segala sesuatu yang berhubungan dengan subjek. Ayat tentang melayani Tuhan Ulangan 10 12 “Sekarang, hai Israel, apakah yang dituntut TUHAN, Allahmu, dari padamu, supaya kamu hidup di jalan-Nya, sehingga kamu mengasihi dan mengabdi kepada TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu?” Tuhan bapa surgawi membutuhkan orang Israel untuk mengikutinya dengan semangat dan panggilan, tetapi tindakan ini harus diberikan dari hati, dari jiwa, dengan kekuatan keteguhan dan keyakinan untuk kitab suci dan suci. Matius 6 24 “Tidak ada yang bisa mengabdi kepada dua tuan; karena dia akan membenci yang satu dan mencintai yang lain, atau dia akan menghargai yang satu dan membenci yang lain. Anda tidak dapat melayani Tuhan dan kekayaan» Nyatakan bahwa pelayanan kepada tuhan Itu harus eksklusif kepada-Nya, tidak mungkin dan negatif bahwa seseorang dapat melayani dua tuan, dia akan datang untuk bersandar pada yang satu lebih dari yang lain, dia akan menyangkal yang satu dan mendukung yang lain, dia tidak akan pernah menikmati kekayaan yang Tuhan Yang Maha Kuasa. penawaran Bapa surgawi. Pelayanan ini harus berpusat pada ajaran Tuhan, Dialah satu-satunya Yang Mahatinggi, satu-satunya yang harus taat dengan mata tertutup dan melampaui apapun. Ibrani 12-28 "Jadi, menerima kami kerajaan yang tak tergoyahkan, marilah kita bersyukur, dan melaluinya marilah kita melayani Tuhan yang menyenangkan-Nya dengan rasa takut dan hormat" Selama kita melakukan pelayanan kepada Tuhan dengan cinta, dengan rasa syukur dan dedikasi dan mereka akan diterima dan efektif untuk Tuhan, menjaga semangat dan rasa takut, sebagai satu-satunya Yang Mahakuasa yang universal. Dalam roh, tubuh dan jiwa kita harus melayani Dia. Kewajiban melayani Tuhan Ayah rumah tangga, suami dan kepala rumah tangga, harus menafkahi keluarga dan orang-orang yang dicintainya. Kamu harus menyediakan rezeki segala sesuatu yang dibutuhkan anggota keluarga, jika kamu tidak melakukannya, kamu mengingkari iman, itu bertentangan dengan kehendak Tuhan, oleh karena itu kamu tidak melayani-Nya. 1 Timoteo 5 8 Karena jika seseorang tidak menafkahi dirinya sendiri, dan terutama untuk orang-orang seisi rumahnya, ia telah murtad, dan lebih buruk dari orang yang tidak beriman.” Yohanes 12-26 “Jika ada yang melayani saya, ikuti saya; dan di mana saya berada, di situ juga ada hamba saya. Jika ada yang melayani saya, Bapa saya akan menghormatinya." Kita semua memiliki kualitas melayani, dengan cara yang berbeda dan kepada orang yang berbeda, tetapi jika kita melakukannya dengan senang hati, dan dengan senang hati melakukannya, ini akan efektif dan terlihat baik di mata Tuhan. Kutipan Alkitab yang dijelaskan menunjukkan bahwa bertindak untuk melayani Bapa Surgawi akan memberi kita pahala yang indah berada di sisi Tuhan kita Yesus, di tempat tinggal yang tidak Dia janjikan dan bahwa hanya orang beriman yang bisa masuk surga. Melayani Tuhan dengan adil Yohanes 13-15 Karena Aku telah memberikan teladan kepadamu, supaya kamu juga melakukan seperti yang telah Aku lakukan kepadamu». 1 Timotius 1-16 "Namun, untuk ini saya diterima ke dalam belas kasihan, sehingga dalam diri saya, yang pertama, Yesus Kristus mungkin menunjukkan segalanya su kesabaran yang luar biasa, sebagai contoh bagi orang-orang yang kelak beriman kepada-Nya untuk hidup yang kekal. Melalui kitab suci, Tuhan menunjukkan fakta bahwa dia mengorbankan putranya untuk menyelamatkan kita, yang berarti bahwa dia mengorbankan hartanya yang paling berharga untuk umat-Nya. Yesus dengan segala belas kasihan-Nya disalibkan sebagai seorang hamba oleh perintah-perintah bapa surgawi-Nya. Inilah contoh-contoh yang harus kita tiru dan ikuti. Untuk mencapai pelayanan yang benar kepada Tuhan, kita harus membuat kata suci diketahui, kita harus mengungkapkan apa yang dia butuhkan dari kita, contoh ini harus diberikan dari komunitas minimal, seperti keluarga kita, teman dan lingkungan kita, bersikap adil terhadap situasi apa pun yang terungkap. prinsip-prinsip alkitabiah kita. Kesaksian tentang kebesaran Bapa Surgawi dan janji-janjinya akan menjadi rekomendasi terbaik bagi orang-orang untuk mengikuti jalan mereka dengan iman, dan dari kasih untuk memahami misi yang kita masing-masing miliki dalam kehidupan, dengan cara ini, kita dapat meninggalkan bekas yang tak terhapuskan , kesaksian Anda sendiri akan selalu penting bagi kita yang mempercayai seorang ayah. Mentalitas hamba kepada Tuhan di atas segalanya Untuk lebih memahami konsep ini, kita dapat melihat Acrostic berikut Senyum Keunggulan Tanggung jawab Kehidupan I-deal aku hargai Dari apa yang diuraikan di atas, kita dapat melihat bahwa kata melayani membingkai seluruh tujuan pelayanan Tuhan, apa yang Dia inginkan bagi umat-Nya, bahwa kita mengikuti jalan-Nya. Untuk melayani kita harus melakukannya dengan suka cita, selalu dengan senyuman untuk orang lain, bersikap menyenangkan kepada orang yang dekat. Mencari keunggulan dalam segala hal yang kita lakukan, cari dan katakan, menjadi sempurna dengan kata-kata kita dan, setiap hari, lebih baik. Dengan tanggung jawab untuk memastikan bahwa apa yang kita khotbahkan, dalam firman Tuhan tertentu, dengan asumsi doa menantang dan membantu orang lain. Dedikasikan seluruh hidup Anda sepenuhnya untuk mengikuti jalan Injil, sebagai satu-satunya jalan menuju tempat kediaman Tuhan. Hanya satu ideal yang ada dan itu adalah Tuhan sebagai sosok universal di atas segalanya, putranya Yesus, kita tidak boleh menyerah pada spiritualitas lain dan itu mengarah pada penghormatan terhadap apa yang kita sampaikan, khotbahkan, dan bicarakan kepada orang-orang. Semakin banyak belajar dan / atau bacaan yang kita dedikasikan untuk kitab suci, semakin lancar dan benar kata-kata kita, untuk ini penting untuk diingat bahwa kita adalah apa yang dikatakan oleh teladan kita dan sering kali kita berkhotbah dengan senyuman, kami selalu memberikan contoh kami sendiri. Isi artikel mengikuti prinsip kami etika editorial. Untuk melaporkan kesalahan, klik di sini.
5 contoh melayani tuhan